BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Ketua Pokdarwis Glenmore-Kalibaru (Glenbaru ), Fathurachman yang juga selaku pemilik Wisata Alam Banyuanyar menggelar sarasehan pengelolaan dan pemulihan ekonomi Destinasi wisata yang mencakup kecamatan Glenmore dan kecamatan Kalibaru bertempat di cafe Rumah Serangga, yang berlokasi di Jalan Raya Jember-Banyuwangi dusun Krajan, desa Kalibarukulon, kecamatan Kalibaru Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, pada Rabu ( 29/9/2021) sekira pukul 10.00 WIB sampai dengan selesai.
Pada acara sarasehan tersebut dihadiri oleh, Rofik selaku Kabid Pemasaran Dinas kebudayaan dan pariwisata ( Dispar Banyuwangi), camat Kalibaru Ahmad Nuril Fallah, Kapolsek Kalibaru AKP Abdul Jabbar,S.H, Danramil 0825/05 Kalibaru Kapten Inf Mathori, staf kecamatan Kalibaru, dan puluhan pelaku wisata yang berada di wilayah Glenmore-Kalibaru.

Sementara itu Kabid Pemasaran Dispar Kabupaten Banyuwangi, Rofik menilai perkembangan pariwisata melalui kelompok sadar wisata (pokdarwis) di wilayah Kabupaten Banyuwangi, khususnya di wilayah Kecamatan Glenmore dan Kecamatan Kalibaru sudah terlihat menggeliat.
Hal itu disampaikan Rofik ketika memberi pembinaan kepada penggiat pariwisata Glenbaru pada kegiatan sarasehan pengelolaan dan pemulihan Destinasi wisata, di Cafe Rumah Serangga siang tadi. Pantauan Reporter Trans Publik,co.id dilokasi, acara sarasehan tersebut digelar difasilitasi oleh Fathurachman selaku ketua Pokdarwis Glenbaru kerjasama dengan cafe Rumah Serangga (RS).
“Salah satu program kami adalah mendorong para pokdarwis sehingga potensi pariwisata yang dikelola oleh mereka bisa menarik untuk dikunjungi,” katanya.
Rofik mengungkapkan, disadari bahwa di wilayah kecamatan Kalibaru dan kecamatan Glenmore tidak punya laut, tapi punya gunung juga beberapa perkebunan serta sungai dan tempat-tempat wisata religi yang harus dikembangkan. Maka sanagat perlu sekali peran pokdarwis dan media untuk membrending tempat-tempat wisata yang berada di wilayah masing-masing. Dan saat ini masyarakat telah menjadikan wisata menjadi kebutuhan.
“Jadi tidak hanya yang punya uang banyak yang mampu wisata. Sebaliknya, yang kurang mampu pun juga butuh wisata, swa foto dan menikmati suasana yang berbeda,” ujarnya.
Menurut dia, seperti arahan Ibu Bupati Banyuwangi, tidak usah muluk-muluk mendatangkan wisatawan asing atau luar daerah, yang menjadi menarik untuk dijual di Banyuwangi maupun di masing-masing kecamatan, “Kalau wisata bergerak, maka sektor ekonomi juga ikut bergerak,” katanya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, Camat Kalibaru Ahmad Nuril Fallah, mengatakan salah satu indikasi sebuah desa menjadi desa wisata adalah tingginya jumlah pengunjung yang menjadikan desa sebagai lokasi wisata. “Hal ini dapat tercapai karena Kalibaru khususnya sebenarnya sudah memiliki tempat-tempat Destinasi wisata alam maupun wisata religi. Dan juga Kalibaru sudah mempunyai produk-produk yang siap dan juga para SDM yang memiliki semangat tinggi,” katanya.
Dilokasi acara terpantau para peserta sarasehan antusias mengikuti dan mengapresiasi dengan mengajukan sejumlah pertanyaan dan dijawab memuaskan oleh Rofik selaku Kabid Pemasaran Pariwisata, Dispar Banyuwangi.
Di tempat yang sama, Ketua Pokdarwis Glenmore-Kalibaru ( Glenbaru) Fathurrachman juga menyampaikan bahwa, dukungan Dispar Banyuwangi melalui acara sarasehan ini bertujuan untuk mengembangkan dan memulihkan potensi ekonomi kerakyatan, terutama untuk para pelaku wisata di Banyuwangi, khususnya di wilayah kecamatan Glenmore dan kecamatan Kalibaru.
“Semoga kegiatan ini dapat semakin meningkatkan dan memulihkan perekonomian para pelaku wisata yang berada di Glenmore dan Kalibaru. Karena selama pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia, para pelaku wisata mati suri. Giman gak mati suri mas, pengunjungnya tidak ada karena covid-19,” katanya, saat ditanya oleh Reporter media ini seusai acara Sarasehan.
( TP/M. Sholeh)

Komentar