Zaman canggih, Ritual Sesajen Pemuja Setan Masih Ada di Taput

TARUTUNG | TRANSPUBLIK.co.id Masyarakat di Desa Parbaju Toruan, Kecamatan Tarutung, Taput gempar dengan ditemukannya sesajen di pinggiran sungai Situmandi, Senin (9/11/2020).

Sesajen tersebut berupa potongan kepala babi dan beberapa buah jeruk purut(unte pangir dalam bahasa Batak Toba).
Hotman Hutabarat (60) masyarakat dusun sisangkae desa parbaju Toruan adalah yang pertama sekali melihat sesajen tersebut,HH yang kesehariannya adalah petani(sawahnya dekat lokasi sesajen)sangat terkejut begitu melihat ada potongan kepala babi dan beberapa buah jeruk purut dan juga botol minuman mineral yang masih berisi penuh di pinggiran ladang milik Yosep Hutabarat.

Zaman canggih, Ritual Sesajen Pemuja Setan Masih Ada di Taput.

Kemudian HH membuang jeruk purut dan botol minuman mineral tersebut ke parit dekat lokasi sesajen dan memberitahukan kepada warga dusun sisangkae tentang penemuan sesajen tersebut, kemudian pemilik ladang Yosep Hutabarat mengajak Elias pikal Hutabarat dan beberapa warga mendatangi lokasi ditemukannya sesajen tersebut dan bersepakat mengambil tindakan dengan membakar kepala babi yang masih dalam keadaan masih segar tersebut.

“Ini adalah ulah manusia yang tidak beragama,zaman sekarang koq masih ada manusia yang mau bersekutu dengan setan, mudah mudahan bisa diketahui siapa orangnya dan pasti kita usir dari desa kita ini,” ucap Elias Pikal Hutabarat kepada media ini.

Baca Juga:  Dugaan Terkait Bantuan Covid-19, Emak - Emak Warga Desa Bandar Tengah Datangi Kantor Desa

Menurut beberapa warga di lokasi,ini bukan kali pertama ditemukan sesajen di dusun tersebut. “Beberapa tahun lalu,pernah juga kita menemukan sesajen berupa telur ayam,jeruk purut,daun sirih dalam nampan yang juga di pinggiran sungai Situmandi,” ujar warga yang tak mau disebutkan namanya.

Pantauan wartawan media ini, tampak masyarakat beramai ramai menyaksikan sesajen tersebut dibakar yang konon menurut orang pintar bisa membuat ritual sesajen tersebut jadi hambar.

Baca Juga:  Ketua Koordinator KSJ Ahmad Yani SH Melakukan Semprot Disinfektan di Masjid Desa Gunung Bandung

(TP/Bob Luis)

Komentar