TARUTUNG | TRANSPUBLIK.co.id – Pelaksanaan Sinode Godang HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) telah ditetapkan tahun 2019 untuk dilaksanakan pada tanggal 19-25 September 2020 di Seminarium HKBP Sipoholon, Tapanuli Utara.
Beberapa orang jemaat HKBP dan masyarakat mendatangi kantor pusat HKBP di Pearaja Tarutung untuk menyampaikan aspirasi mereka agar pelaksanaan Sinode Godang tersebut ditunda atau tempat pelaksanaannya di ganti (dipindahkan) dikarenakan kekhawatiran pada Para peserta Sinode Godang yang datang dari Seluruh Indonesia dan dari berbagai pelosok dunia bisa membawa Covid-19 ke wilayah Taput khususnya daerah Sipoholon dan Tarutung, Selasa (8/9/2020).
Bertempat di aula kantor pusat Ephorus HKBP Ephorus HKBP Oppui DR. Darwin Lumban Tobing. MTH menerima kedatangan utusan jemaat dan beberapa masyarakat dan mendengarkan saran dan pendapat mereka seputar akan dilaksanakannya Sinode Godang.
St. P Hutauruk, T Simamora, M Simanungkalit, U Simanungkalit, A Simanungkalit mewakili Jemaat HKBP Sipoholon menyampaikan agar Oppu Ephorus mempertimbang pelaksanaan Sinode Godang di Seminarium Sipoholon pada 19-25 September 2020 dan memohon agar tempat pelaksanaanya di pindahkan karena dikhawatirkan para peserta Sinode Godang bisa membawa virus Covid-19 ke wilayah tempat mereka tinggal. Hal senada juga disampaikan Tohom Lumban Tobing, G Bakkara, T Nababan, T Parapat dan G Parapat yang mewakili masyarakat Tarutung dan Sipoholon serta Diborong borong menyampaikan dan meminta agar kiranya pelaksanaan Sinode Godang tersebut di kaji ulang demi keselamatan bersama khususnya masyarakat Taput.
Menanggapi saran dan permintaan tersebut, Ephorus memberi dukungan dan mengapresiasi kehadiran mereka. “Kalian datang pada orang yang tepat, memang pada pelaksanaan Sinode Godang tersebut adalah wewenang saya dan dengan mempertimbangkan masukan dari saudara-saudara dan demi keselamatan bersama serta mengikuti protokol kesehatan dari Pemerintah maka saya akan mencoba mengkaji ulang pelaksanaan Sinode Godang tersebut dan dimungkinkan pelaksanaannya di undur, mari kita saling mendoakan agar mendapat solusi terbaik,” terang Ephorus.
Kepada masyarakat Oppui menghimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan, dan pada Gereja Gereja HKBP yang akan melaksanakan Rapat rapat besar agar mengundur pelaksanaan nya.
Mendapat jawaban yang menyejukkan dari Oppui Ephorus DR. Darwin Lumban Tobing, para Jemaat dan utusan masyarakat mengucapkan Terima kasih dan berharap permintaan mereka terpenuhi.
(TP/Bob Luis)






Komentar