Kecamatan Sepatan Timur Mengadakan Klarifikasi Terkait Siti Sadiah

TANGERANG | TRANSPUBLIK.co.id -Acara tersebut dihadiri oleh Korkab PKH dan Korcam / Koordinator Kecamatan Sepatan Timur Basarudin termasuk pendamping PKH Desa Lisna Wati dan dihadiri oleh aparatur Desa Tanah Merah kemudian teman teman kecamatan.

Kebetulan tadi sudah banyak pembahasan yang saya sayangkan Ibu Siti Sadiah tidak hadir si penerima KPM dengan alasan tidak jelas..? Sebetulnya hanya ingin meminta keterangan saja ini duduk permasalahan nya dimana benang merah nya dimana dan kalau kita tarik mundur kebelakang persoalan ini sudah pernah di tangani di tahun 2020 sama juga informasi nya tidak hadir juga yang bersangkutan sekarang pun diundang tidak hadir juga yang bersangkutan terus mau kapan beres nya bahkan staf kecamatan pun memberi undangan bahkan tadi pun sebelum rapat di mulai pun bahkan pihak desa pun sudah mengajak Siti Sadiah untuk menghadiri mediasi tersebut kalau tidak mau yah gimana mau selesai.

Bahkan yang tadi ikut serta hadir memiliki persepsi yang sama terhadap persoalan yang terjadi di desa tanah merah Kecamatan Sepatan timur.. dan ternyata memang tidak ada aliran dana yang ditarik oleh korcam kah oleh pendaping desa kah ini murni terkait masalah sistem dulu itu tahun 2013 Sd. 2018 di tahun 2018 ini ada validasi menurut keterangan dari Korkab.

Dan juga korcam pendataan itu dulu ada sistem oflain ada juga ada online nah dalam migrasi data memang terjadi aga lama dari oflain ke online, kalau offline kita harus ketik baru kita kirimkan secara online nah di dalam perjalanan itu ada proses sehingga nama Siti Sadiah masih tercantum kan karena posisi lama pada saat terakhir pendamping dan operator itu meminta data ke yang bersangkutan tapi yang bersangkutan belum juga mengirimkan data nya entah alasan apa, tapi yang pasti dari pihak keluarga belum juga mengirimkan data nya dan berkata nanti dan nanti.

Terus yang ke 2 akhirnya pendamping meminta bantuan kepada RT untuk di N.E kan yang artinya non elezebe dan akhirnya sudahlah di masukkan nama Sadiah dan jadilah nama Sadiah kemudian di dalam perjalanannya nya ketua RT in ada kesalahan juga yah terkeriluan lah yang akhir nya malah ngasih data nama Siti Sadiah lagi padahal pendamping minta nya nama Sadiah dan akhir nya di dalam perjalanan yang bersangkutan mengecek lah ke BRI untuk mencari bukti transaksi dan saya sudah melihat ada dana masuk dan juga ada dana keluar nah dalam kasus aliran dana ini tidak ada keterlibatan korcam pendamping korkab atau pun dinsos karena apakah karena itu murni dari pihak perbankan dan memang pada saat ini kami belum mengundang dari BRI itu untuk kita meminta keterangan nya insya Allah nanti kedepan kita akan lanjutkan kembali untuk mengundang bank BRI nya mudah mudahan BRI nya bisa menjelaskan dan pasti pihak BRI tau dong ada aliran masuk dan ada aliran dana keluar kemana dan siapa yang ngambil nya gitu kan ada kode itu yang hanya bisa baca dari pihak BRI bahakan pihak polisi pun blm bisa memberikan betul atau tidak nya dan memang kami sengaja tidak memanggil pihak BRI atau pun pihak kelompok karena kita mau musyawarah secara internal kalau ini selesai ya selesai tapi ternyata hari ini belum selesai jadi minimal tadi maka semua pihak memandang ini cuma satu visi dan satu tujuan tidak berbagai profesi jadi tidak beranggapan ini beranggapan itu dan sebagainya, “kan begitu jadi untuk kesimpulan nya tolong Ibu Siti Sadiah diharapkan untuk hadir pada saat pertemuan dan klarifikasi dan pemanggilan yang ke 3,” ungkap Pak Camat Sepatan Timur.

Baca Juga:  Pengamanan dan Saran dari Kapolsek Labuhan Ruku Disambut Positif oleh Pengunjung Objek Wisata

(TP/Ridwan)

Komentar