Geger…, Oknum Berseragam Polisi Diduga Gasak Rp5 Juta Milik Pengendara pasca Mobil Distop di Simpang Kayu Besar Tj.Morawa

DELISERDANG | TRANSPUBLIK.co.id – Hendra Sinaga (41) pria yang menjadi korban pencurian setelah dirinya dihentikan pria berseragam polisi lalu lintas di kawasan Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang berharap agar pihak kepolisian bisa cepat mengungkap kasus yang ia alami.

Ia yakin kalau pelaku pencurian uang yang ia tempatkan di dalam tas itu adalah oknum tersebut.

“Aku kalau nggak terungkap ini akan datangi Polda. Sempat aku dibawanya naik sepeda motornya yang matic dan ada pak ogah yang melihat kalau menyebut itu adalah orang Lantas situ,”kata Hendra yang merupakan warga Siantar Selasa, (8/3/2022).

Hendra menyebut peristiwa yang ia alami itu terjadi pada Minggu, (6/3/2022).

Ia menyebut saat itu mengendarai mobil Daihatsu Grand Max bak terbuka yang ia sewa dari Siantar menuju Medan. Ia bersama seorang sopir carteran yang biasa membawa mobil Grand Max tersebut.

“Mau ke rumah mertua sebenarnya mau ngasih uang duka untuk mertua karena kami baru kemalangan. Jadi bawa grand max untuk angkat lemari dan tempat tidur yang sudah nggak terpakai lagi sebenarnya. Kejadiannya itu sekitar pukul 12.00 lewat itu kami dihentikan,”kata Hendra.

Baca Juga:  Ditpolair Korpalairut Baharkam Polri Evakuasi Korban Banjir Jakarta

Pedagang tahu ini menceritakan pada saat itu ada seorang pria yang memakai seragam polisi
menyetop mereka.

Hal yang pertama ditanyai masker kenapa tidak dipakai. Saat itu ia pun menjawab kelupaan karena buru buru.

“Ditanyai mana kelengkapan kendaraan, langsung dikeluarkan sopir. Ditanyai identitas ya aku keluarkan KTP. Dibilangnya kalian ini mencurigakan. Ya karena kami memang nggak ada bawa apa apa ya aku keluarkan identitas,”kata Hendra.

Tidak hanya sampai disitu oknum tersebut pun kemudian meminta agar tas yang ia pakai isinya dikeluarkan.

Disitulah dilihat kalau uang Rp 5 juta terikat.

“Ditanya itu apa?, Ya ku jawab itu uangku lah. Dibilangnya kau mancing-mancing. Lepaskan tasnya turun biar diperiksa lagi kau. Sopir ku pun turun pertama. Disuruhnya aku matikan mobil. Setelah kumatikan dirampasnya kunci,”kata Hendra.

Baca Juga:  AKBP Nurhadi Tegaskan Tidak Ada Diskriminasi Pembesuk dan Jam Besuk Langsung di Masa Pandemi Covid-19

Ia mengaku setelah dirinya turun untuk meminta kunci kemudian kaki pria tersebut pun menendangkan pintu dan kemudian tertutup rapat. Ia tidak bisa mengambil tas yang saat itu posisinya sedang ada di dalam.

“Sempat kubilang sini kuncinya aku mau ngambil tas di situ uangku. Dibilangnya amannya itu. Itu dibilang sama sopirku ayok jumpain komandanku biar di sana nanti damai. Aku disitu sebenarnya udah mulai curiga kok dibawa-bawa biasanya kan kalau ada kesalahan ditilang di tempat,”ucap Hendra.

Setelah 20 menit membawa sopirnya, oknum itu pun disebut kemudian menjemputnya.

“Dibilangnya ayok-ayok jemput kawan mu. Kuncinya ada sama komandannya katanya. Sempat ikut aku naik sepeda motor matic hitam itu tapi nggak lama kemudian diturunkan aku. Sopirku tadi jauh kami tidak diturunkan sama karena sopir ku diturunkan di Indomaret dan sempat disuruh membeli rokok. Jadi sebelum dia meninggalkan aku sempat dilemparkannya uang Rp 50 ribu,”kata Hendra.

Baca Juga:  Dicap Penghianat, Hakim Jatuhkan Vonis Penjara Seumur Hidup Bagi Oknum Polisi Kompol IZ

Karena curiga Hendra pun kemudian berjalan menuju mobil. Di sana dilihatnya kalau kunci mobil sudah lengket dibagian kiri pintu. Sementara tas yang didalamnya ada dompet sudah raib diambil.

Atas kasus ini dirinya pun sudah melaporkannya ke Polresta Deliserdang. Ia berharap agar kasus ini bisa ditangani dengan sebaik mungkin.

” Jadi waktu aku dihentikan sempat aku bertelepon sama istri video call. Dan istri ku sempat meng-capture video yang sedang nampak polisinya. Kalau aku polisi aku yakin sudah dapat ini pelakunya karena kutanya sama Pak Ogah di Tanjung Morawa mereka pun ada yang kenal. Di dalam tas uangnya Rp 5.172.000 ribu. Uang 5 juta aku ikat karena untuk mertua maksudnya,”katanya.(TP/tra-tc)

 

Komentar