Dukung BNPT, Inalum Santuni 40 Penyintas Terorisme

BATUBARA | TRANSPUBLIK.co.id – Sebanyak 40 Penyintas tindak pidana terorisme menerima bantuan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) di wilayah Sumatera Utara (Sumut), Jumat (9/6/2023) di Hotel Aryaduta Medan.

Kegiatan ini terwujud atas kolaborasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) RI, Forum Silaturahmi Penyintas (FORSITAS) Provinsi Sumatera Utara, dan Inalum.

Bantuan total bernilai Rp 100 juta ini dan setiap orang mendapat Rp 2,5 juta berupa dana pendidikan, dan pengembangan usaha. Bantuan ini merupakan komitmen Inalum dalam rangka mendukung gerakan pemberantasan terorisme. Juga bentuk empati perusahaan dalam memulihkan korban terorisme di Indonesia khususnya di Sumatera Utara.

Kepada wartawan Vice President CSR Inalum Ali Hasian menyebutkan, bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu pemulihan penyintas terorisme di Sumatera Utara. Ia berharap bantuan tersebut bisa berguna untuk para penyintas dan mempercepat pemulihan psikologis dan mental para penyintas.

“Inalum berkomitmen untuk bisa menjadi bagian dari pemulihan korban aksi terorisme dengan berbagai cara, salah satunya dengan berkolaborasi dengan BNPT. Semoga, kolaborasi ini bisa menjadi cahaya baru dalam kegelapan yang dihadapi para Penyintas sehingga bisa memberikan harapan baru kepada para korban untuk dapat kembali beraktivitas, berkarya, dan berkontribusi kepada Indonesia,” ujar Ali.

Melalui kolaborasi antara Inalum, BNPT, dan Forum Silaturahmi Penyintas (FORSITAS), diharapkan seluruh korban tindak pidana terorisme yang mengikuti kegiatan Forsitas, serta masyarakat untuk bisa menjaga perdamaian serta persatuan dan kesatuan bangsa, juga menyamakan visi serta misi, bahwa terorisme merupakan musuh bersama yang harus diperangi.

Baca Juga:  Kapolsek dan MWC NU Berikan Pencerahan Serta Sosialisasi PPKM Darurat kepada Perwakilan OSiS Se-Kecamatan Kalibaru di SMA NU

Diharapkan Forsitas ini akan menciptakan kemitraan strategi antara BNPT dan penyintas dalam penanggulangan terorisme, khususnya dalam penyebaran pesan perdamaian di lingkungan masyarakat. Kemudian terwujudnya rasa saling menguatkan dan saling memotivasi diantara sesama penyintas untuk bangkit dan berkontribusi di masyarakat, serta terimplementasi peran negara dalam rangka memberi pendampingan dan pemulihan kepada warga negara pasca aksi terorisme.

Baca Juga:  Mewujudkan Generasi Bangsa yang Sehat Sejak Dini, Ini yang Dilakukan Kompol Elisa Sibuea, S.Sos

(TP/HH)

Komentar