TANGERANG | TRANSPUBLIK.co.id – Pada Hari Sabtu (11/7/2020), Kopdar bulanan Ojol (Ojek Online) menyikapi kondisi orderan yang lagi sepi dan mencari alternatif lain buat penghasilan di tengah kondisi pandemi Covid-19 dan menyambut new normal…?.
Dan sekarang driver ojek online sangat terpuruk dengan kondisi di tengah tengah wabah Covid-19 dengan tidak menentu nya penghasilan di tambah lagi dengan dugaan permainan pihak aplikator yang seakan tidak perduli dengan keadaan driver nya yang merupakan aset aplikator.

Dimana semua driver mempunyai tanggung jawab besar untuk menghidupi keluarganya untuk keperluan kehidupan sehari hari. Apakah selamanya akan begini, kapan semua ini akan berakhir…?. Itulah yang ada di dalam pikiran driver ojek online saat ini.
“Semua driver ojek online berharap wabah ini cepat berkahir dan kembali normal seperti sedia kala,” ucap salah satu driver ojol yang ikut hadir pada acara tersebut.
Dan harapan driver ojek online, semoga Pemerintah dan pihak aplikator dapat bekerja sama untuk kelangsungan hidup semua driver ojek online.
Di tengah pandemi ojek online seperti kelimpungan menjalani profesinya, mereka bingung dengan cara apa bisa mendapatkan penghasilan yang mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Permintaan dari konsumen berkurang sedangkan driver online malah bertambah, efek dari lockdown semua mencari pekerjaan sampingan yang gampang dan cepat, hanya dengan modal smartphone dan motor mereka sudah bisa bekerja di jalanan sebagai ojek online.
Dari sisi kebijakan Pemerintah mengenai PSBB yang ditetapkan baik pusat dan daerah menghambat mereka dalam mencari rezeki di jalanan, dengan tidak boleh nya mengangkut orang secara otomatis mengurangi pendapatan mereka.
Dan dari sisi aplikator tidak bisa memberikan solusi yang real di lapangan.seolah olah hanya pasrah dengan keadaan seperti ini, untuk itu para ojek online hanya bisa berharap situasi ini dapat segera pulih.
Solusi yang tepat dan cepat yang di nanti para pejuang jalanan ini. Pemerintah dan pihak Aplikator lah yang seharus nya cepat bertindak.
Memang tidak tepat rasanya bila di situasi ini kita hanya mengeluh, yang terpenting adalah Langkah langkah yang tepat dan cepat baik dari pemerintah, aplikator dan driver sendiri.
Disisi driver sendiri harus bekerja lebih ekstra dan sabar. “Dengan cara Kerja Keras dan Kerja Cerdas harus di lakukan dengan memahami dan mengetahui karakter daerah masing masing. Tidak mudah memang, tapi asal mau pasti ada jalan. Yakinlah kita bisa, bisa dan bisa, Salam Satu Aspal,” ucap salah satu driver ojol yang ikut hadir pada acara tersebut.
(TP/Ridwan)



Komentar