Diduga Tidak Pernah Dapat Bansos, Puluhan Ibu-ibu Geruduk Kantor Kecamatan Sukamulya

TANGERANG | TRANSPUBLIK.co.id – Merasa belum dapat bantuan sosial (Bansos) dan bantuan langsung tunai dari pemerintah, Puluhan Ibu-ibu warga kampung balong RT. 04/03 Desa Sukamulya Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang Geruduk Kantor Kecamatan Sukamulya, Selasa (25/8/2020).

Tiwi yang mewakili puluhan ibu-ibu Warga Kampung Balong Desa Sukamulya mengatakan, Sebelumnya kami telah menyampaikan Aspirasi atau keluhan kami terkait bantuan Langsung tunai dari Bansos dan Bantuan Lansung Tunai Dana Desa kepada kepala Desa Sukamulya pada Senin (24/8/2020) malam sehabis Magrib di rumah kediaman pak lurah Sukamulya untuk menanyakan kejelasan bantuan yang selama ini baik dari Pemerintah Pusat, “Propinsi maupun Daerah yang belum pernah kami mendapatkan bantuan sosial untuk warga kampung RT 04 RW03,” kata Tiwi.

“Namun apa yang kami harapkan untuk mendapatkan jawaban dari kepala Desa Sukamulya yang ada pak Lurah nya Gebrak Meja,” ungkapnya.

“Seharusnya Pak Lurah (Kades) menjaga imagenya harusnya bisa menasehati masyarakatnya, jangan marah-marah kami butuh ketenangan dan kejelasannya,” tambahnya.

Baca Juga:  Dua Kali Ditegur Camat, Pemilik Urugan Tanah di Sepatan Timur Masih Membandel

Kedatangan puluhan ibu-ibu warga Kampung Balong Desa Sukamulya Ke Kantor Kecamatan Sukamulya untuk  menemui Camat Sukamulya. Namun, Camat Sukamulya tidak ada ditempat.

Didepan Halaman  Kantor Kecamatan Hambali Salah Satu Staf PPAT Kecamatan Sukamulya Lansung Temui Puluhan Ibu-ibu warga kampung Balong dan Mengumpulkan Berkas foto copy KTP dan KK (Kartu Keluarga) dan Data Berkas akan kita sampaikan Ke Pusat.

Saat Ditemui diruangan kerjanya Hambali mengatakan, Saya Mengumpulkan data atau berkas atas Inisiatif sendiri daripada mereka (ibu-ibu) menunggu lama, kasihan ibu-ibu itu kan punya anak di rumah, makanya saya ambil inisiatif sendiri.

Ditempat terpisah H. Nawawi Kepala Desa Sukamulya saat dikonfirmasi oleh Awak Media (25/8/2020) Terkait hal tersebut, Menerangkan, Penyaluran Bansos Pusat maupun Daerah Kami berdasarkan Kepanjangan tangan dari Pemerintah dan Intruksikan oleh Pemerintah untuk Mengumpulkan data tersebut melalui foto copy KTP dan Kartu Keluarga (KK).

Baca Juga:  Badan Penanggulangan Bencana Nasional Republik Indonesia (BNPB-RI) Akan Mengucurkan Anggaran Kegiatan Operasional

Dan kamipun mempunyai kepanjangan tangan melalui RT/ RW Sesuai apa yang dibawa oleh RT dan RW (Rukun Tetangga dan Rukun Warga) kami entri (masukan data) itupun kami entri sesuai itu yang di entri itupun bukan kepala desa yang entri tapi Staf desa yang entri.

Sedangkan menanggapi Kades Gebrak Meja apa yang Disampaikan Warga Kampung Balong, H. Nawawi Kades Sukamulya menjelaskan, Itu tidak benar Saya tidak Gebrak Meja, “Kalau bisa orang yang Melaporkan Itu bawa Kesini, Jangan Sebelah Pihak aja, Orangnya Mana..?,” tegas Kades Sukamulya.

Lanjut Kades Sukamulya, Kalau Mereka Menayakan Iya, Mereka Datang ke Kami  menanyakan tentang terkait Bantuan dan perlu saya tegaskan saya tidak pernah gebrak meja, Sekalipun hal-hal yang tidak di inginkan saya masih bisa menahan diri.

Baca Juga:  107 Warga Desa Kalibarumansi Antusias Ikuti Vaksinasi Covid-19

Justru kebenaran atau tidak orang hadirkan, mana yang benar atau mana yang salah?

Jangan sampai Kepala Desa sebagai Ujung Tombak Aja , Segala sesuatu Kepala Desa yang dipojokan dan masyarakat harus memgerti, bahkan yang dapat bantuan langsung tunai (blt) bukan ranah kita kita sebatas mengentri.

Kalau misalkan kepala desa yang menentukan  kita tidak akan memilah atau memilih warga kita semua.

Terkait gebrak meja itu tidak benar, bahkan tadi ada salah satu rekan kita juga bahwa kepala desa mengebrak meja pada hari senin jam satu itu tidak benar.

“Makanya saya inginkan tolonglah jangan sebelah pihak saja, biar singkron dan itu menurut saya tidak benar,” ungkap H. Nawawi Kades Sukamulya kepada awak media.

(TP/Ridwan)

Komentar