Trending| Kue Klepon Tidak Islami, ini Faktanya!

MEDAN – Media sosial tengah dihebohkan dengan kue klepon, hal ini terjadi karena tersebarnya narasi bertuliskan “kue klepon tidak islami, yuk tinggalkan jajanan yang tidak islami dengan cara membeli jajanan islami, aneka kurma yang tersedia di toko syariah kami.” di bawahnya tertulis nama “Abu Ikhwan Azis”.

Bahkan hingga saat ini narasi kue klepon bukan jajanan islami, masih menjadi pembahasan trending di twitter dan media sosial lainnya.

kue klepon
kue klepon

Banyak orang yang merasa tidak setuju dengan narasi tersebut, tak jarang banyak warganet yang melakukan pencarian terhadap nama “Abu Ikhwan Azis” namun hasilnya tidak muncul. “klaim ini tidak memiliki dasar yang kuat dan terkesan hanya klaim yang dibuat dengan tujuan memancing keributan di media sosial,” tulis seseorang.

Padahal kue klepon adalah jajanan yang tidak asing lagi bagi masyarakat indonesia. Bentuk nya yang bulat dengan tekstur kenyal, didalamnya berisikan gula aren dan di taburi kelapa parut.  Makanan ini telah ada sejak 1950-an. Bahkan, kue klepon pun tengah mendunia. kala itu, kue klepon disajikan juga di restoran-restoran di indonesia, belanda, hingga cina. Kue klepon adalah salah satu jajanan halal yang telah didaftarkan di LPPOM MUI oleh beberapa produsen.

Baca Juga:  Kapolda Sumut Mengajak Stakeholder Sukseskan Event F1H20 Danau Toba

Ramai di perbincangkan, Ketua MUI Pasuruan, KH Nurul Huda menegaskan bahwa jajanan klepon adalah makanan halal dan Islami. Ia juga mengatakan tidak ada alasan pasti yang membuat kue bertabur parutan kelapa itu disebut tidak Islami.

“Klepon itu makanannya orang-orang zaman dahulu, orang Islam zaman dahulu di Pasuruan. Itu makanan halal, kalau halal ya Islami. Bahan-bahannya juga halal, sama seperti jemblem. Ucapnya.

Baca Juga:  DPRD Medan Menyayangkan Sikap Yayasan SMP IT Khairul Imam

Ia juga menghimbau agar masyarakat tidak lagi mempersoalkan tentang narasi kue klepon itu tidak islami.

Referensi: TribunKaltim.co

(Jasper)

 

Komentar