Alquran dan Ekonomi Islam Tak Bisa Dipisahkan

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Alquran dan ekonomi Islam tidak bisa dipisahkan. Pada dasarnya, Alquran sebagai Kitab Suci Umat Islam menjadi solusi setiap ada masalah.

Hal itu mengemuka saat berlangsungnya Talkshow Al-Qur’an dan Ekonomi digelar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), dengan narasumber Al Ustadz Ahmad Muhaisin MA, Rabu (23/3/2022).

Dan acara tersebut digelar di arena Musabaqah Tilawatil Quran(MTQ) XXXVIII Tingkat Provinsi Sumatera Utara di UINSU Jalan Sutomo Medan.

“Pada prinsipnya penataan Alquran terkait ekonomi tidak masuk pada teknis, karena Nabi Muhammad SAW menyebutkan, kalianlah yang faham akan dunia kalian. Maka penerapan konteksnya tetap bersandar pada Alquran,” ucap Al Ustad Ahmad Muhaisin.

“Jika dalam pelaksanaan ada yang menyimpang, maka kembalilah pada prinsip Alquran,” katanya, sembari mengingatkan kemajuan sehebat apapun, tanpa berpedoman pada Alquran bisa hancur.

Dekan FEBI UINSU, Dr. Muhammad Yafiz menyampaikan, tema ini ingin menjelaskan bahwa Alquran sebagai sumber nilai-nilai dan prinsip dasar dalam kegiatan ekonomi dan bisnis.

Baca Juga:  DPRD Medan Sangat Prihatin Kondisi Pasar Kwala Bekala Medan

“Setidaknya ada beberapa nilai dan prinsip dasar yang menjadi landasan filosofis aktifitas ekonomi, yakni Ketuhanan, Keadilan, Kebebasan dan Pertanggungjawaban,” ucap Dr. M. Yafiz.

Baca Juga:  Polres Tanah Karo Agar Bertindak Fair Dalam Kasus Bentrokan di Siosar Karo

“Dan di dalam Alquran, Allah SWT juga menggunakan sejumlah terminologi ekonomi dan bisnis yang mengindikasikan bahwa Alquran bisa dikatakan menawarkan teologi perdagangan (bisnis) dan menjadikan ekonomi dan bisnis menjadi masalah yang perlu mendapat perhatian umat Islam setelah Tauhid,” ucapnya.

(TP/Gayus Hutabarat)

Komentar