Warga Minta Kades Harus Tegas, Ke Pemilik Keramba Jaring Ikan Untuk Membongkarnya

SERGAI | TRANSPUBLIK.co.id Tiga malam berturut turut hujan deras mengguyur selam berjam jam, sejumlah lahan pertanian di Desa Kayu Besar, Kec. Bandar Khalifah, Kab. Serdang Bedagai terdampak banjir, mengakibatkan bibit yang sudah ditabur terendam hingga sebagian mulai busuk.

Sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, namun diduga penyebab air tersumbat atau tidak lancar mengalir akibat adanya ternak ikan dengan keramba jaring di dalam parit milik salah satu warga,” ucap M. Sitinjak pada media, Rabu (13/5/2020) sekira pukul 17.00 WIB.

 

 

Baca Juga:  Binter Saat Ishoma, Kerja Cerdas Satgas TMMD ke-111 Kodim 0204/DS

Lanjut Pak Sitinjak, selain itu dimana tidak jau dari keramba jaring ikan pintu air yang dibuat Pemerintah juga dengan posisi tertutup,makanya kami dari beberapa warga berusaha membuka paksa pintu air karena kunci pintu tidak diberikan untuk kami buka ketika kami minta.

“Namun walaupun pintu air sudah terbuka perbandingan dengan ketinggian air antara keramba jaring dengan air yang terbuang dari pintu air masih ada sekitar 20 cm di dalam keramba jaring ikan tersebut. Jadi kami masyarakat  berharap kepada Kepala Desa Kayu Besar Masriadi untuk mengambil tindakan tegas kepada pemilik keramba  untuk membongkar keramba jaring tersebut,kalau tidak kami masyarakat akan bertindak untuk membongkar paksa keramba jaring tersebut nanti,jangan gara gara keramba jaring ikan yang dibuat di saluran,kami para petani terkendala untuk menabur bibit dan menanam padi nanti,” tegas Pak Sitinjak didampingi beberapa warga.

Baca Juga:  Tak Mau Kalah dengan Palika, Masyarakat Kubu Berikan Dukungan Luar Biasa untuk AMAN

Pak Sitinjak juga menambahkan,bahwa sebelumnya juga pada bulan maret saat reses salah satu anggota DPRD Ibu Defriati Tamba di Desa Kayu Besar, kami masyarakat sudah menyampaikan hal tersebut dan Ibu Defriati Tamba mengatakan bahwa saluran irigasi yang di bangun pemerintah tidak boleh dibuat tempat ternak ikan baik itu dengan keramba jaring, karena itu sudah menganggu keluar masuknya air ke areal lahan persawahan para petani padi nantinya.

Hal yang sama juga disampaikan Suherman, dimana akibat kejadian ini saya sudah mengalami kerugian, sebab bibit padi yang baru saja ditabur banyak yang busuk akibat terendam air,” ucap Suherman.

Baca Juga:  Ketua Komisi II DPRD Medan Akan Panggil Kepsek SD Negeri 064955 Amplas

Pantauan di lokasi akibat keramba jaring ikan yang dibuat didalam saluran sepertinya air tidak lancar mengalir dan tampak terbendung,sehingga debit air yang terbendung lebih tinggi dengan lahan persawahan,sehingga air yang didalam lahan persawahan tidak bisa di buang ke saluran.

(TP/Willi Harianja)

Komentar