Dugaan Ferdian Paleka “Prank Sampah” Adalah Korban

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Banyak yang tidak Menyadari, bahwa Diduga Ferdian Paleka tentang Prank Sampah adalah Korban.

Banyak Orang memberikan cacian, makian kepada Ferdian Paleka, padahal orang yang mencaci dan memaki nya juga belum tentu lebih baik dari pada diri nya.

Menurut Miranda S.Psi, selaku pemerhati sosial mengatakan bahwa, “Diduga Ferdian Paleka prank Sampah adalah korban dari sebuah Pola Asuh Orang Tua Yang memanjakan anak secara berlebihan.”

Ini Terlihat dari lamanya Proses penangkapan yang di lakukan, ferdian buron selama 4 hari, hal ini membuktikan sepertinya Ferdian belum siap menerima kenyataan bahwa dirinya bersalah, dan dalam menerima kenyataan ini di perlukan jati diri yang kuat yang hanya di dapatkan dari keluarga.

Dalam Kelompok bermain atau lingkungan Diduga juga Ferdian Paleka mengumpulkan para teman teman nya dan berusaha untuk menjadi seorang yang dominan dan sebagai pemimpin dengan menggunakan uang yang ia miliki, sehingga dengan uang, apa yang ia inginkan akan di dapatkan seperti pengakuan dan perhatian dari teman nya.

Sifat Seperti Ferdian Paleka Prank Sampah ini akan cenderung Usil, Jahil dan selalu mencari perhatian,

Baca Juga:  Ketua DPRD Kota Payakumbuh Kunjungi Kominfo Rohil, Ini yang Dibahas

Selain Korban Pola Asuh, yang lebih mempengaruhi kepribadian nya adalah Korban Lingkungan, Lingkungan Keluarga dan Lingkungan Sekitar seperti sekolah dan masyarakat yang belum membentuk jati diri personal secara optimal, sehingga Ferdian Paleka Prank Sampah Masih Labil dan Masih Terus Mencari Jati diri.

Selain Itu Korban Public Figure juga sangat mempengaruhi aksi prank sampah yang sedang viral ini.

Di saat seseorang mencari Jati diri, dia melihat sosok Public figure yang di rasanya cocok dan nyaman dengan apa yang dia inginkan, sehingga tanpa pikir panjang, apa yang di perbuat oleh public figure baik positif atau negative akan terekam di memorinya dan akan keluar sewaktu waktu dalam tingkah laku atau perbuatan.

Banyak Korban sosial disebabkan oleh publik figur karena publik figur memiliki tanggung jawab yang besar, setiap apa yang di ucapkan dan di lakukan akan menjadi konsumsi publik, tanpa mereka sadari, yang sedang mencari jati diri akan terjerumus jika informasi yang diberikan keliru.

Belakangan ini, sering di gaungkan, Kata kata yang akan meracuni hidup anak muda yang sedang mencari jati diri.

Bodo Amat, Masa Bodo, “Hidup hidup Gue, koq lu yang repot” Membuka Aib seperti bangga hamil di luar nikah, sensasional yang tidak berujung, perselingkuhan, perceraian dan perilaku public figure yang tidak mendidik sama sekali serta mereka juga tidak merasa bersalah.

Baca Juga:  Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Tim Sahli Panglima TNI Bidang Wassus dan LH

Dan mungkin Ferdian Paleka prank sampah, salah satu pengikut dari Public Figure yang tidak bertanggung jawab ini.

Dalam BIO Medsos nya dia menulis “Konten gue berisi semua hal yang absurd, jadi jangan ngarepin hal tentang pendidikan di channel ini, kalo ga ngerti an buthurt ya ga pa ap sih, gw bodo amat juga hehehe.”

Public Figure yang di duga menjadi inspirasinya adalah Semua public Figure yang menggaungkan Bodo Amat, Masa Bodo, “Hidup Hidup Gue, koq lu yang repot.”, Mebuka Aib seperti bangga hamil di luar nikah dengan tidak merasa bersalah sama sekali.

Dari sini kita bisa ngeliat Dampak dan pengaruh dari seorang Publik Figur terhadap pengikutnya, yang sekarang dapat sangat mudah di akses tanpa filter dari institusi apapun.

Menurut Miranda S. Psi Statement sosial seperti Bodo Amat, Masa Bodo, “Hidup Hidup Gue, koq lu yang repot” expose dan bangga hamil di luar nikah, pertengkaran dan perselisihan serta masih banyak lagi.

Baca Juga:  Gebyar Vaksinasi Covid-19 di GOR Polres Tanjung Balai

Letak Fatal kesalahanya adalah Mereka adalah public figure,banyak pengikut seperti follower atau Viewer yang  masih mencari jati diri, jutaan orang akan merekam apa yang mereka katakan, dan sekian persen nya akan mengaplikasikanya pada tindakan dan perbuatan,

Nah..kembali lagi, Dari Sini Kami mengambil asumsi bahwasan nya yang memicu Ferdian Paleka prank sampah membuat youtube adalah dilatar belakangi oleh public figure di atas, sehingga konten yang buat sangat tidak edukatif dan tanpa memiliki keinginan untuk mengedukasi dan malah Bodo Amat serta Masa Bodo.

Kami berharap Pemerintah melalui Pihak Terkait memperhatikan ini, bersama kita membuat konten atau tayangan edukatif, dan mengurangi konten tayangan yang menjerumuskan, baik itu public figure atau calon youtuber baru, dan menjadi pelajaran buat kita, jangan ada lagi yang mengexploitasi sesuatu demi keuntungan dan kepentingan semata, dan harusnya anak muda lebih kreative tanpa harus mendiskredit kan orang dengan status sosial yang berbeda dengan kita.

(TP/MP)

Komentar