Launching dan Diskusi Publik Yayasan Perlindungan Hewan SSI di Medan

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Acara launching dan diskusi publik dari Yayasan Perlindungan Hewan Suara Satwa Indonesia (SSI), diprakarsai oleh Daniel Pay Halim dan selaku founder SSI mengatakan, “tujuan didirikannya yayasan ini adalah untuk mendorong pemerintah menciptakan regulasi pangan yang sehat di semua lapisan masyarakat,” ucapnya. Acara launching dan diskusi tersebut dilaksanakan di Cafe Kopindo Medan, Sabtu (29/1/2022).

Adapun Diskusi publik dengan tema, Anjing/Kucing: Pets or Food dihadiri oleh berbagai narasumber, para pecinta pets, para undangan serta lainnya.

Launching dan Diskusi Publik Yayasan Perlindungan Hewan SSI di Medan

Acara vaksin rabies bagi anjing dan kucing dilaksanakan pada pukul 15.00 WIB dan acara diskusi publik dilakukan pada pukul 16.00 WIB hingga selesai.

Launching dan Diskusi Publik Yayasan Perlindungan Hewan SSI di Medan

Acara tersebut dihadiri juga oleh beberapa narasumber yakni drh/PDHI Adhona, MSi; dr (spesialis dalam) Udut T, Komisi I Dprd Medan Habbiburahman S, dan Founder SSI Daniel Pay Halim, SE. Acara tersebut dimoderator oleh Bunga S.

Launching dan Diskusi Publik Yayasan Perlindungan Hewan SSI di Medan

Dalam kesempatan itu, Daniel mengatakan, “hewan domestik anjing/kucing adalah bukan bagian dari hewan pangan, melainkan hewan peliharaan. Pets tersebut mempunyai sifat dan karakter baik. Seperti pada anjing terkenal dengan sifat yang setia. Kucing terkesan pintar dan lucu serta menggemaskan,” ucapnya.

Baca Juga:  KPPU Sidak Migor, Stok Berlimpah Di Gudang
Launching dan Diskusi Publik Yayasan Perlindungan Hewan SSI di Medan
Launching dan Diskusi Publik Yayasan Perlindungan Hewan SSI di Medan. (TP/ES)

Lanjut Daniel, “Tidak pantas untuk mengkomsumsi daging anjing, karena daging anjing bisa menyebabkan penularan penyakit zoonosis/rabies yang dapat menggangu kesehatan tubuh,” ungkapnya.

“SSI juga mempunyai tekad dan bertujuan utama pada kegiatan seperti edukasi terhadap hewan peliharaan bagi warga masyarakat. Dan kampanye anjing atau kucing bukan menjadi makanan, serta menyelamatkan anjing atau kucing yang hidupnya terlantar. Terlantar dari terbuang dan tidak makan hingga sakit dan lemas. Karena itu perlunya perawatan extra untuk menyelamatkan anjing atau kucing yang terlantar tersebut,” ucap Daniel.

Baca Juga:  Kapoldasu dan Pangdam I/BB Kunjungi Serbuan Vaksin Anak di Kabupaten Batu Bara

Acara keseluruhan tersebut antara lain berupa gathering, talkshow, vaksin rabies, games/kuis, live music, serta lainnya. Dan selanjutnya acara ramah tamah dan foto bersama sebagai foto dokomentasi.

Kegiatan acara launching, vaksin dan diskusi publik berjalan dengan lancar dan sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

(TP/ES)

Komentar