BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Selama Pandemi Covid-19 dua tahun ini Pemerintah kabupaten Banyuwangi maupun Forpimka Kalibaru sampai ke tingkat Pemdes se-wilayah kecamatan Kalibaru tak henti-hentinya memberikan kontribusi kepada masyarakat. Tak terkecuali tiga Jurnalis yang bergabung manjadi relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD ) Kabupaten Banyuwangi yang berada di wilayah Kecamatan Kalibaru, (10/9/2021).
Selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia, bahkan melanda Kabupaten Banyuwangi, salah satunya kecamatan Kalibaru para relawan ini terus menunjukkan baktinya bersinergi dengan Forpimka Kalibaru dan beberapa instansi lainnya dalam membantu masyarakat.

Tugas yang diemban semakin berat sebab mereka tidak hanya dituntut untuk siap ikut menanggulangi pandemi Covid-19, namun juga harus waspada dan siap jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan dan bencana-bencana lainnya.
Keterlibatan relawan dalam beberapa bencana menjadi bukti kapabilitas kerelawanan yang siap dan tanggap menghadapi bencana apapun. Berikut kisah dan kiprahnya.
Bermula dari panggilan hati,saat ditanya mengenai apa alasan yang melatarbelakangi mereka bergabung menjadi relawan BPBD tingkat kecamatan, ketiganya secara kompak menjawab bila panggilan hatilah yang menuntun jiwa kerelawanan mereka.
Seperti Ismanto, Moch Sholeh, Anis Setiawan kepada Reporter Media Trans Publik,co.id mengatakan, walau ia merupakan seorang Jurnalis ( Kuli Tinta) tak menutup panggilan hatinya untuk mengabdikan hidupnya bagi masyarakat dan bersinergi dengan pemerintah yakni Forpimka Kalibaru mauapun dengan Pemerintah daerah.
“Selain berprofesi sebagai Jurnalis, saya juga berprofesi sebagai seniman yang mana saya terus mengembangkan kesenian daerah Banyuwangi dan juga jadi relawan BPBD, maupun relawan TRC pengawalan Ambulance,” kata Ismanto. Dan rekan saya ini Moch Sholeh dan Anis Setiawan juga mempunyai pekerjaan lainnya, tapi itu enggak menutup jiwa kerelawanan kami bertiga, kenapa bisa, saya juga heran mas? ,” ujarnya tertawa
Sementara itu relawan lainnya, Moch Sholeh, juga mengutarakan hal yang sama. Bermula dari ketertarikannya melihat rekan-rekannya yang berada di wilayah kota Banyuwangi setiap ada bencana ikut terjun membantu bencana tersebut. Moch Sholeh akhirnya memutuskan untuk bergabung bersama relawan BPBD.
“Itu kan panggilan jiwa karena saya sendiri ingin membantu sesama, tanpa kita mempunyai dasar, yakni kepedulian, kemanusian dan kesosialan tidak mungkin mau menjadi relawan? ,” ungkap Moch Sholeh.
Perlu diketahui, ketiga relawan tersebut semenjak bencana wabah pandemi Covid-19 sampai saat ini, ketiganya terus aktif bersama-sama jajaran Forpimka Kalibaru melakukan pencegahan penularan wabah Corona atau Covid-19, salah satunya melakukan penyemprotan Desinfektan ditempat umum, sekolah dan tempat lainnya serta yang terakhir informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini dilapangan, ketiga relawan tersebut yang berprofesi menjadi seorang Jurnalis, ikut piket jaga di rumah Isolasi Terpusat Kalibaru.
(TP/Red)

Komentar