PEMATANG SIANTAR | TRANSPUBLIK.co.id – Amir Mahmud alias Balo (39) tak menyangka, saat sedang bernyanyi di sebuah warung tuak di Jalan Enggang, Kelurahan Sipinggol pinggol, Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar, Jumat (5/3/2021) malam dianiaya sekelompok orang tak dikenal.
Balo yang merupakan warga jalan masjid, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat itu, sontak mengalami luka luka akibat pukulan di wajah dan tubuh yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal tersebut.
Kepada wartawan, Balo mengatakan sebelum peristiwa brutal itu terjadi, Balo diundang temannya yang sedang membuat acara ulang tahun, lalu bernyanyi di warung tuak tersebut.
Awalnya aku nyanyi, bang, Kebetulan ada yang ulang tahun, cemana la kawan, pasti hadirnya awak,” kata Amir yang ditemui, Sabtu (6/3/2021).
Usai bernyanyi ria, Amir Mahmud tiba-tiba diajak orang tidak dikenalnya keluar dari dalam warung tuak tersebut.
Di luar warung itu lah, Amir dihajar secara membabi buta hingga wajahnya luka luka dan mengeluarkan darah.
“Ini lah bang, luka-luka wajah ku, Banyak yang mengeroyok aku tadi malam, Aku nggak tahu, apa karena Aku joget mereka marah,” ujar Balo seraya menunjukkan kondisi wajahnya.
Setelah terjadi pengeroyokkan, Amir Mahmud meninggalkan warung tuak tersebut dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada teman-teman sepermainannya.
Mendapat kabar tersebut, Amir bersama teman-temannya kembali ke lokasi pengeroyokan untuk melakukan perdamaian, Bukannya berdamai, Amir Mahmud bersama rekannya, Ramon Dalimunthe (38) kembali menjadi korban pengeroyokkan, dalam peristiwa keributan yang kedua kalinya di warung tuak tersebut.
“Kedatangan kami mau berdamai, rupanya kami dikeroyok lagi di sana. Aku (Amir Mahmud) sama si Ramon Dalimunthe lah yang dikeroyok kembali,” ungkapnya.
Tampak seperti Amir Mahmud, Ramon Dalimunthe juga mengalami luka luka yang mengeluarkan darah. Mereka dipukuli oleh empat orang pengunjung warung tuak tersebut.
Ini kepalaku berdarah juga, banyak lah yang mengeroyok kami tadi malam,” kata Ramon yang juga diwawancarai.
Atas peristiwa ini, Amir Mahmud alias Balo (39) dan Ramon Dalimunthe (38) memilih melaporkan peristiwa brutal tersebut ke Polsek Siantar Barat.
Kini kedua korban pengeroyokan berharap pihak kepolisian secepatnya meringkus pelaku pengeroyokan itu.
Sementara itu, Kapolsek Siantar Barat Iptu Ringgas Lubis yang dikonfirmasi wartawan, Sabtu (6/3/2021) mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari korban pengeroyokan.
“Saat ini penyidik tengah memeriksa saksi saksi yang melihat pengeroyokan itu,” pungkas kapolsek.
(TP/AR)

Komentar