Siswa dan Guru SD Islam Al Hudayah Ketakutan Disuruh Angkat Kaki dari Sekolah

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Ketika proses belajar mengajar di sekolah sedang berlangsung, siswa dan guru SD Islam Al Hidayah dikejutkan dengan diduga adanya beberapa oknum dengan sewenang wenang masuk ke lingkungan sekolah memasang spanduk provokasi tepat di depan ruang belajar yang membuat ketakutan dan membuat psikis para siswa dan guru trauma dan kebingungan.

Gedung SD Islam Hidayah Berdiri di atas Tanah wakaf yang beralamat di Jl. Kirab Remaja Dusun XV Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal.Kabupaten Deliserdang, Jum’at (10/12/2021).

Siswa dan Guru SD Islam Al Hudayah Ketakutan Disuruh Angkat Kaki dari Sekolah

Tanah wakaf tersebut diperuntukan khusus untuk Masjid dan Sekolah sesuai dengan yang tertulis oleh ikrar wakaf yang diterbitkan oleh Kantor Urusan Agama Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. SD Islam Al Hidayah Adalah sebuah lembaga pendidikan yang menyelenggarakan biaya pendidikan gratis.

Maka dari itu sebagian besar peserta didik di SD Islam Al Hidayah berasal dari keluarga fakir miskin dan Yatim piatu. Dengan adanya SD Islam Al Hidayah khususnya Penduduk Desa Sei Semayang sangat terbantu dengan berjalannya sekolah tersebut.

Siswa dan Guru SD Islam Al Hudayah Ketakutan Disuruh Angkat Kaki dari Sekolah

Pihak Nadzir pengelola tanah wakaf telah menyerahkan kasus ini ke pengadilan Agama Lubuk pakam berharap agar orang orang yang mengganggu termasuk kepala Dusun agar tidak mengganngu lagi proses belajar mengajar di SD Islam Al Hidayah.

Baca Juga:  Waduh!!! Pemuda 29 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pohon Klengkeng

Anak anak yang bersekolah di SD Islam Al Hidayah hanya bisa tertunduk sedih ketika melihat sekolahnya di pasang spanduk yang isinya menyuruh Siswa dan guru untuk angkat kaki dari sekolah tempat mereka menimba ilmu.

Baca Juga:  Ketua Komisi IV DPRD Medan Minta Dinas PU Prioritaskan Perbaikan Tanggul di Nelayan Indah

Masyarakat Desa Sei Semayang dan terkhusus orang tua siswa sangat khawatir akan kejadian ini dan berharap para pelaku yang menyebabkan ketakutan di sekolah segera diproses hukum agar anak anak dapat belajar dengan tenang.

(TP/Markos Situmorang)

Komentar