BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id -Pemerintah Desa Banyuanyar (Pemdes), Kecamatan Kalibaru, kabupaten Banyuwangi Jawa Timur kembali menyelenggarakan Khatam Al-Qur’an, pada kali ini berbeda karena Pemdes Banyuanyar mengundang para pemuda-pemudi disekitaran lingkungan desa. Kegiatan Khatam Al-Qur’an kali ini mengusung tema “Muhasabah Diri Melalui Al-Qur’an dalam Rangka Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1442 H”.
Kegiatan ini diselenggarakan di Mosholla kantor desa setempat pada 26 April 2021 sekira pukul 07.00 sampai selesai. Dengan jumlah peserta Khatam sebanyak 8 orang yang terdiri dari para pemuda dan pemudi. Sebelum kegiatan Khatam Al-Qur’an diselenggarakan atau dilaksanakan, para peserta Khatam Al-Qur’an ini sebelumnya mendengarkan penyampaian Kepala Desa Banyuanyar, H. Supardi.

Kepala desa Banyuanyar, H. Supardi dalam sambutannya mengungkapkan,” Bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk menumbuhkan semangat para pemuda dan pemudi dalam membaca Al-Qur’an, tidak hanya membaca diharapkan pemuda dan pemudi tersebut dapat memahami isi kandungan yang ada dalam Al-Qur’an dan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu Bendahara desa Banyuanyar, Subahrallah, yang juga selaku Sekertaris MWC NU kecamatan Kalibaru menyebutkan bahwa Khatam Al-Qur’an itu sendiri merupakan kegiatan rutin tiap tahunnya. Beliau berharap kita dari Pemdes Banyuanyar tidak terlepas dari Yayasan Lembaga Pendidikan Islan (YLPI) mesti menampilkan identitas kita yaitu Islam, tentu yang tidak bisa dilepaskan oleh seorang muslim adalah Al-Qur’an. Melalui Khataman Al-Qur’an ini bertujuan untuk menginstropeksi diri agar memperbaiki diri agar dalam menghadapi bulan suci Ramadhan kita bisa meningkatkan Amal ibadah kita,” jelasnya.
Pada kesempatan itu Subahrallah juga menyampaikan, kami atas nama Pemdes Banyuanyar sangat mengapresiasi sekali terhadap adik-adik pemuda dan pemudi yang sangat antusias sekali mengikuti kegiatan Khataman Al-Qur’an ini, karena melalui Khataman ini saya sangat berharap sekali bisa menonjolkan salah satu Catur Dharma yaitu Dakwah Islamiyah. Saya juga menghimbau agar para pemuda-pemudi memahami semua yang terkandung dalam Al-Qur’an tersebut. Semoga kegiatan ini dapat menular kepada semua pemuda-pemudi se-desa Banyuanyar agar nuansa Islami pada bulan suci Ramadhan 1442 H ini semakin kental dan terasa, mauapun di kehidupan sehari-hari.
“Budaya ini perlu kita lestarikan dan di kembangkan bersama,” tutupnya saat ditemui reporter media Trans Publik, co.id disela-sela.acara, pada Senin 26-04-2021.
(TP/M. Sholeh)



Komentar