Renungan Firman Tuhan: From Dying to Living, dari Sekarat Menjadi Hidup

Ibadah Raya II
GPdI Ebenheazer Medan
24 Agustus2025
Khotbah : Pdt.Teofilus Savir Budiono GPdI Alfa Omega Palembang

Nats Alkitab :Wahyu 3:1-2

Judul: “From Dying To Living
Dari sekarat menjadi hidup.”

Surat kepada 7 jemaat salah satunya kota Sardis. Sardis artinya merah karena tanahnya berwarna merah.Sardis itu skrg berada di wilayah Turki bagian barat.

Baca Juga:  Kapolres Batu Bara Harap Keluarga yang Berkunjung ke Lapas Harus Stelir

Jemaat yang ada di Sardis dinilai Tuhan secara rohani sudah sekarat hampir mati,kenapa? Dari prespektif rohani karena;
A.Secara komunal atau publik
Dimana ada ibadah tapi tidak ada kemuliaan Tuhan,Yeh 11:22-23

B.Secara individual.
Tuhan tidak ada dalam kehidupan pribadi.
1.Hanya sebagai status,hanya formalitas
2.Tim 3:5 ,beribadah tapi hanya diluar.
Mat 15:7,ibadah seolah olah tapi hanya tradisi

Baca Juga:  Ketua Gapotan Wada Agung Rohil Apresiasi Kebijakan Bapak Presiden RI Tentang Larangan Ekspor Migor dan CPO

2.Tidak totalitas.
Jemat di Sardis melayani karena tidak totalitas.Dalam pelayanan harus sepenuh hati jangan setengah hati.
Yer 48:10a memberikan narasi terkutuk orang yang tidak sungguh sungguh.

Baca Juga:  Polresta Deli Serdang Gelar Kegiatan Jumat Curhat bagi Masyarakat

3.Tidak menjaga kekudusan.
Wahyu 3:4 mendeskripsikan bahwa ada beberapa jemaat Sardis yang tidak menjaga kekudusan.

Pelayanan dalam Tuhan kekudusan harus dijaga.

Kesimpulan;

Dalam pengiringan kepada Tuhan harus Sungguh sungguh melayani bukan hanya status atau juga paksaan.

(TP/Rby)

Komentar