Petaka Marpangir Jelang Ramadhan! Jembatan Gantung Ambruk, Puluhan Anak-anak Terluka

PALAS | TRANSPUBLIK.co.id – Puluhan anak-anak yang akan menjalankan tradisi marpangir menyambut bulan Ramadhan luka-luka akibat jembatan penyeberangan (rambin) tiba-tiba ambruk, di lokasi wisata Pemandian Sungai Aek Milas, Desa Pangirkiran, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padanglawas Utara .

Baca Juga:  Gubernur Banten Memperkirakan Sekolah Tatap Muka Buka Bulan Desember Mendatang

Suasana kegembiraan menyambut bulan suci Ramadhan tiba-tiba berubah menjadi kesedihan ketika salah satu jembatan penyebaran ambruk.

Diduga, putusnya jembatan tersebut akibat over kapasitas karena dinaiki oleh puluhan orang, baik dewasa maupun anak anak.

Kapolsek Padang Bolak, AKP Zulfikar mengatakan, peristiwa tersebut berawal ketika masyarakat memadati lokasi untuk marpangir (punggahan). “Banyak warga di atas jembatan, sehingga badan jembatan tidak sanggup menahan beban,” ujarnya kepada wartawan.

Baca Juga:  Kapoldasu | Kualitas Personil Dalam Pelaksanaan E-Manajemen di Era Globalisasi

Menurut Kapolsek, seluruh korban jembatan ambruk sudah dievakuasi ke puskesmas atau klinik terdekat guna mendapatkan pertolongan medis.”Umumnya mengalami luka ringan seperti, kaki dan tangan,” tuturnya.

Menurutnya, marpangir merupakan salah satu tradisi mandi yang dilakukan masyakat untuk menyambut bulan puasa.(TP/tra-si)

Baca Juga:  Pemkab Pakpak Bharat Mengfasilitasi Pelaksanaan "Pelatihan Professional English Training"

 

Komentar