PERHUTANI BKPH KALIBARU Gelar Pelatihan Pengenalan FISIOLOGI Pohon Pinus Guna Peningkatan Produksi dan Mutu Getah Pinus

BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.CO.ID – Pohon pinus telah lama atau telah berpuluh-puluh tahun ditanam di wilayah BKPH Kalibaru KPH Banyuwangi barat sebagai tanaman reboisasi. Dan juga sebagai tanaman pionir yang dapat tumbuh di berbagai kondisi dan produk utamanya sebagai penghasil getah. Pohon pinus tersebut banyak ditanam oleh Perum Perhutani di wilayah Hutan Produksi (HP). Dan hutan pinus telah banyak dikembangkan di Pulau Jawa sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda sampek sekarang.

Hampir semua bagian pohon pinus dapat digunakan, antara lain bagian batangnya dapat disadap untuk diambil getahnya. Serta getah dari pohon pinus sendiri dapat diolah menjadi bahan dasar pengencer cat dan lain-lain. Sedangkan hasil kayunya bermanfaat untuk konstruksi, korek api, kertas dan lain sebagainya.

PERHUTANI BKPH KALIBARU Gelar Pelatihan Pengenalan FISIOLOGI Pohon Pinus Guna Peningkatan Produksi dan Mutu Getah Pinus.

Maka dari itu Perhutani Bagian Pengelolaan Kesatuan Hutan (BKPH) Kalibaru, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Banyuwangi barat terus menerus melakukan beberapa pelatihan-pelatihan. Salah satunya dilakukan  pada hari Rabu 3 Maret 2021 sekira pukul 09.00 Wib sampai dwngan selesai bertempat di petak 14, Dusun Jatipasir Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru,  yakni tepatnya di Resort  Pengelolaan Hutan (RPH) Kalibaru manis dengan menggelar pelatihan dengan tema ” PELATIHAN PENGENALAN FISIOLOGI POHON PINUS KEPADA SEGENAP MANDOR SADAP KPH.BWB di  BKPH. KALIBARU, GUNA PENINGKATAN PRODUKSI & MUTU GETAH PINUS ”
Dan informasi yang berhasil dirangkum oleh reporter media ini dilokasi, acara tersebut bertujuan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produksi dan mutu getah pohon pinus.

Pantauan reporter media ini dilokasi acara pelatihan tersebut dihadiri oleh Atministatur (ADM) KPH Banyuwangi barat, Cahyo Kawedar, S.hut beserta jajaran bidang produksi, serta juga dihadiri oleh Asper BKPH Kalibaru, Sugeng Wahono. Juga dihadiri oleh KRPH  Kalibaru manis, dan segenap Mandor Sadap se KPH Banyuwangi barat serta beberapa Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).

Sementara pada kesempatan tersebut, Adm KPH Banyuwangi barat dalam sambutannya menyampaikan, “Saya berharap sekali brak ini dapat berfungsi, selain untuk penerimaan getah juga bisa sebagai tempat untuk bermusyawarah dalam membahas kemajuan pekerjaan,” harapnya.

Sementara itu, disela- sela acara Asper BKPH Kalibaru, Sugeng Wahono saat diwawancarai oleh awak media ini dilokasi acara menyampaikan,” Kenapa kegiatan pelatihan ini dilaksanakan di wilayah kerja  BKPH Kalibaru mas?  karena kami yang ditunjuk untuk menyediakan tempat untuk pelatihan. Selain itu saya selaku Asper BKPH Kalibaru juga ditunjuk untuk menyampaikan pengalaman dan Ilmu Fisiologi Pohon Pinus,” katanya.

Baca Juga:  Kapolsek Medan Helvetia Jum'at Silaturahmi Dengan Salah Satu Warga Medan Helvetia

Lanjut Sugeng Wahono, “Acara ini juga bertepatan dengan “PENANDA TANGANAN PRASASTI ” serta diresmikannya BRAK SERBAGUNA di wilayah RPH Kalibarumanis BKPH Kalibaru. Brak ini sampean lihat sendiri mas? Kan sangat unik sekali, lain dari biasanya, karena satu brak ini bisa berfungsi untuk tiga kegiatan yaitu sebagai TPG  beringin, untuk menampung  getah pinus, dan juga sebagai Pos KAMHUT, serta untuk Rumah Komonisasi Sosial (RKS),” jelasnya.

Baca Juga:  Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi SH Dapat Perhargaan dari PWI Reward

Masih kata Sugeng, pohon pinus banyak tertanam di lereng atau di kaki Gunung Raung. Bahkan hingga mendekati puncak. Penanaman pinus juga bukan tanpa alasan, karena tanaman yang tinggi menjulang ini punya banyak manfaat. Yang pertama, keberadaan pohon pinus di hutan Pegunungan Raung digunakan sebagai tanaman ( K ) pencegahan longsor. Maklum, bila tak diantisipasi, kondisi tanah di pegunungan ini sangat rawan longsor karena tanahnya, tanah berpasir. Serta banyak sekali tebing- tebing curam. Risiko besar bila hujan turun tak tertahan oleh akar-akar pohon.

Baca Juga:  Menakar Kepedulian Investor Pada ESG di Pasar Modal

“Dengan adanya pohon pinus, air hujan tidak akan langsung turun dan membasahi tanah. Tugasnya untuk intersepsi air hujan itu. Fungsi lain dari akar pohon pinis adalah,  akar pohon pinus yang berjenis tunggang juga berperan sebagai penahan tanah. Supaya  tidak mudah terseret longsor oleh derasnya air hujan. Dan perlu diingat mas serta perlu masyarakat ketahui bahwa disisi lain juga, aromanya pohon pinus bisa digunakan untuk terapi, tak hanya itu ada beragam manfaat lain yang bisa kita rasakan dari adanya pohon pinus, salah satunya untuk kesehatan disamping itu juga pohon pinus untuk keperluan industri,” pungkasnya.

(TP/M. SHOLEH)

Komentar