Perbaikan Ruas Jalan Kerasaan-Perdagangan Diduga Dinilai Tidak Transparan, Warga Resah Rawan Banjir

PEMATANGSIANTAR | TRANSPUBLIK.co.id – Pengerjaan pemeliharaan berkala ruas Jalan Provinsi Kerasaan – Perdagangan diduga sangat mengherankan karena satu paket dengan pembangunan drainase.

Kita lihat dari plang proyek tidak ada tertulis perbaikan drainase namun hanya pemeliharaan berkala Jalan Provinsi Kerasaan – Perdagangan yang terletak di Jalan Perdagangan Siantar, Nagori Marihat Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara, Kamis (13/8/2020) sekira pukul 13.45 WIB.

Dan pada bangunan pasangan drainase tersebut yang terpasang selama dua minggu lalu, masih rapuh bukan semakin keras. Hal itu diakibatkan tak seimbang nya antara campuran semen dengan pasir. Ironisnya, pasangan tersebut dapat dihancurkan dan dikorek dengan tangan kosong.

“Proyek drainase satu paket dengan pemeliharaan jalan provinsi Kerasaan – Perdagangan, walaupun tidak ada tertulis di papan proyek terkait pembangunan drainase,” ungkap pengawas proyek pak Simanjuntak yang ditemui oleh awak media.

Baca Juga:  TNI AL Banyuwangi dalam Masa PPKM Tetap Laksanakan Pembinaan Pisik Guna Meningkatkan Imun

“Dan Proyek pemeliharaan jalan Kerasaan-Perdagangan dan pembangunan drainase jadi satu paket, ” kata pak Simanjuntak.

Selanjutnya warga setempat mengeluh dan resah sejak adanya pemeliharaan ruas jalan provinsi Kerasaan – Perdagangan. Dia menjelaskan sejak adanya perbaikan ini jadi banyak debu dan arus lalu lintas jadi terganggu. Selain itu, perbaikan drainase mengakibatkan jadi rawan banjir kerumah warga. Ditambah pasangan drainase yang baru ini lebih kecil dari pasangan sebelumnya.

“Kenapa jadi lebih besar pasangan drainase yang pertama dari pasangan yang sekarang ya bang? Jadi kami sangat khawatir dengan banjir apabila hujan turun. Karena volume air ketika hujan sangat besar, sementara drainase yang semakin kecil dikhawatirkan tidak sanggup menampung debit air sehingga bisa menggenangi Rumah-rumah warga,” ucap Sartikem.

Baca Juga:  Percepat Penanganan Covid-19, Koramil 14/Jatisrono Bersinergi dengan Polsek Dampingi Tenaga Kesehatan Laksanakan Vaksinasi 

Terkait pasangan drainase yang sudah dipasang seminggu lalu kenapa masih rapuh dan mudah dikopek tanpa menggunakan alat dan tangan kosong. Kemudian, pria berkulit hitam itu dengan mudah menjawab kepada awak media, bahwa ha itu disebabkan oleh air hujan bukan karena semen dan pasir yang tak seimbang campuran nya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Rokan Hilir Melaksanakan Kegiatan Kemanusiaan di Masa PPKM Darurat

“Pasangan itu mudah dikopek dan rapuh karena air hujan yang turun selama satu minggu disini, jadi bukan karena campuran semen dan pasir yang tidak seimbang,” ucapnya pada Kamis (13/8/2020) sekira pukul 13.45 WIB.

Perlu diketahui, bahwa sesuai plang atau papan proyek dengan nama pekerjaan pemeliharaan berkala Jalan Provinsi ruas Kerasaan – Perdagangan, Kabupaten Simalungun, dengan kontrak sebesar Rp. 5.740.000.000. Dan mempunyai masa kerja selama 120 hari atau sekitar 4 bulan yang dikerjakan oleh CV Harapan Indah Jalan Ade Irma Suryani, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumut, bukan ada tertulis proyek tambahan pembangunan drainase tersebut.

(TP/SN)

Komentar