Pelaku Pemukulan di Ayunan Diduga Preman Kampung Masih Berkeliaran, Polsek Sakra Barat: Akan Kami Tindaklanjuti

LOMBOK TIMUR, NTB – Kedai Tuak yang berlokasi di Dusun Sukawangi, Desa Sukarara Kec. Sakra Barat diduga masih beroperasi dan diduga tidak dilakukan operasi penangkapan oleh aparat/petugas yang berwajib, Kamis (10/7/2025).

Muhammad Iman, pelaku pemukulan warga masyarakat Desa Suwangi Timur, Dusun Penye Timur (Ayunan) masih berkeliaran bebas, terlihat santai sambil main live facebook dengan memamerkan dirinya tengah minum tuak di lokasi yang diduga menjadi markas minum tuak di Desa Sukarara.

Pihak Kepolisian Sektor Kecamatan Sakra Barat, telah menerima laporan pengaduan dari Korban (Ayunan) pada Rabu (9/7/2025) sekitar pukul 10.00 Wita dan menindak lanjuti laporan dengan mengajak korban lakukan visum di Puskesmas Sakra Barat.

Kepala Wilayah (Kawil) Penye Timur bersama warga masyarakat juga pihak keluarga korban(Ayunan) sangat berkeberatan atas perilaku premanisme yang dilalkukan oleh Muhammad Iman , bersama warga kami minta kepada Aparat Penegak Hukum(APH) Sektor Kec.Sakra Barat untuk tindak tegas pelaku dan segera menjemput paksa pelaku guna mengantisifasi gangguan Kamtibmas di kalangan maayarakat sekitar,” terang Kawil Penye Timur.

Baca Juga:  HUT Ke-3, Komunitas ASB Berikan Santunan kepada 15 Anak Yatim

Kanit Reskrim Polsek Sakra Barat mengatakan melalui pesan Watsapp melalui media ini mengatakan kasus ini akan ditindaklanjuti.

“Harusnya sudah dilakukan penangkapan langsung terhadap pelaku penganiayaan,guna memberantas Premanisme di wilayah kecamatan sakra barat,serta dikhatirkan akan menjadi kebiasaan dan merasa para preman kebak hukum, efek jera bagi para premanisme harus dilakukan oleh pihak berwajin dan tertibkan kedai kedai tuak yang meresahkan masyarakat,” ungkap Kawil Penye Timur.

Baca Juga:  HUT Provinsi Gorontalo dan BPJS Ketenagakerjaan Meriah, Gusnar–Sanco Hibur Warga dengan Lagu “Mardua Holong”

“Premanisme harus diberantas, dan tidak boleh ada perlindungan terhadap orang orang sekelas preman yang meresahkan dan terbukti telah melakukan penganiayaan terhadap warga masyarakat kami,” tutup Kawil Penye Timur. (den)

Komentar