Miris, Jembatan di Kajarharjo Rawan Ambrol Dibiarkan, Bahayakan Masyarakat

BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Salah satu Jembatan yang berada di jalan poros Desa Kajarharjo Kecamatan Kalibaru, tepatnya di kawasan Dusun Krajan  kondisinya sangat memprihatinkan dan rawan ambrol. Karena tembok penahan tanah tergerus air hujan serta terlihat retakan atau lobang  yang menganga, sehingga tanah sekitar jembatan amblas.

Kondisi ini sudah terjadi sejak lama ditambah beberapa minggu ini hujan terus menerus mengguyur wilayah Kabupaten Banyuwangi, khususnya wilayah kecamatan Kalibaru. Pantauan reporter media Transpublik. co.id dilapangan pada Juma’at (19/3/2021) sekira pukul 10.25 WIB kemarin, nampaknya hingga saat ini belum juga dilakukan perbaikan oleh pemerintah Desa maupun pemerintah kabupaten Banyuwangi, dalam hal ink instansi terkait. Meskipun jembatan ini selalu sibuk dilalui pengguna jalan tiap harinya, karena menjadi akses utama untuk masyarakat yang mau kekebun, akses untuk anak-anak sekolah dan akses untuk menuju ke kantor Desa Kajarharjo.

 

Miris, Jembatan di Kajarharjo Rawan Ambrol Dibiarkan, Bahayakan Masyarakat.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini di lapangan, jembatan tersebut dibangun pada tahun 1999. Yang mana kondisi jembatan tersebut saat ini sangat membahayakan masyarakat apabila sewaktu-waktu jembatan tersebut ambrol.

Baca Juga:  Personil Polsek Pulo Ampel Sambang Dialogis dan Sosialisasi Protokol Kesehatan di Masyarakat Nelayan

Sementara itu salah satu aktivis LSM saat didatangi oleh reporter media ini, Iskak Jayadi, yang juga selaku Pengamat Kebijakan Pemerintah (PKP) diwilayah kabupaten Banyuwangi menjelaskan, bahwa masih kurang gregetnya seorang kepala desa yang tidak bisa mengusulkan dan mengawal pembangunan.

“Kepala Desa selaku eksekutor dalam pengambil kebijakan seharusnya lebih lincah dalam mengusulkan program pembangunan. Seperti jalan rusak atau fasilitas umum lainnya, salah satunya jembatan yang berada diwilayah dusun Krajan ini. Lah ini  bisa kita lihat bersama nantinya dan bisa menjadi cermin seberapa besar suksesnya Kepala Desa dalam melakukan perubahan,” ungkapnya.

Baca Juga:  POLRI | Kapoldasu, "Arahannya Berikan Pelayanan Terbaik Bagi Masyarakat," Dalam Kunker di Wilayah Hukum Polrestabes Medan

Ia menambahkan bahwa figur Pemimpin harus bisa mensejahterakan masyarakatnya. Hal ini sangat berpengaruh dalam membawa perubahan.

“Sekali lagi saya sangat berharap sekali kepada Pemdes Kajarharjo atau Pemkab Banyuwangi dan pihak-pihak terkait, untuk segara mengambil tindakan segera membangun atau membenahi jembatan yang sangat-sangat membahayakan masyarakat, khususnya para anak-anak kita yang mau berangkat sekolah. Ya sebelum ada korban kan lebih baik segera dibangun,” pungkasnya.

(TP/M. Sholeh)

Komentar