Lestarikan Budaya Kesenian Hadrah, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat Terus Lakukan Pembinaan

BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Jenis seni kebudayaan masyarakat diwilayah kabupaten Banyuwangi bermacam-macam. Tapi beda dengan Seni yang satu ini, yakni seni Hadrah selalu menyemarakkan acara-acara Islam seperti peringatan Maulid Nabi, Pernikahan, tabligh akbar, perayaan tahun baru hijriyah, dan peringatan hari-hari besar Islam lainnya serta acara-acara masyarakat maupun acara yang digelar oleh pemerintah.

Saat ini hadrah juga merupakan salah satu kesenian Islam yang banyak digandrungi oleh masyarakat di wilayah Kabupaten Banyuwangi.

Lestarikan Budaya Kesenian Hadrah, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat Terus Lakukan Pembinaan
Lestarikan Budaya Kesenian Hadrah, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat terus melakukan Pembinaan. (TP/M. Sholeh)

Tak ketinggalan juga, Perum Perhutani KPH Banyuwangi Barat turut menjaga dan melestarikan seni islami ini dengan membentuk tim hadrah dan rutin melaksanakan latihan. Hal ini dilakukan untuk mengasah keterampilan anggota dalam memainkan alat musik Rebana tersebut.

Jika dilakukan dengan kompak, irama tabuhan rebana ini akan menghasilkan suara yang merdu dan khas membuat lantunan sholawat yang diiringinya menjadi terasa syahdu dan menggetarkan jiwa dan juga bisa menenangkan pikiran.

Baca Juga:  Bupati Pakpak Bharat Didaulat Gunting Pita dalam Acara HUT TNI ke-77

Tak heran jika kesenian hadrah ini merupakan salah satu kesenian yang selalu dinantikan baik di kalangan tua maupun muda khususnya di kabupaten Banyuwangi.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh awak Media Trans Publik,Co.id , pada Tahun 2015 silam Seni Hadrah yang diberi nama Al-Hikmah sudah berdiri. Tapi keberadaan Seni Hadrah Al-Hikmah bentukan ustad Moniri salah satu warga Dusun Coraleduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur  masih belum berkembang dan tidak begitu dikenal oleh masyarakat maupun instansi.

Dan tahun 2017  kesenian Hadrah Al-Hikmah tersebut dibina langsung oleh Asper BKPH Kalibaru KPH Banyuwangi Barat, Sugeng Wahono sampai awal tahun 2021 saat dirinya menjabat sebagai Asper BKPH Kalibaru dan walau saat ini beliau telah alih tugas menjadi Kasi Bin. SDH dan PS KPH. Banyuwangi Barat, namun tetap konsisten membina group Hadrah tersebut.

Dengan berjalannya waktu keberadaan kesenian Hadrah Al-Hikmah itu dikenal oleh masyarakat desa Banyuanyar maupun masyarkat dari lain desa, dan juga dikenal oleh instansi-instansi yang berada diwilayah kecamatan Kalibaru maupun instansi di kabupaten Banyuwangi. Seni Hadrah Al-Hikmah tersebut sudah sering kali mendapat undangan dari beberapa instansi maupun dari masyarkat yang mempunyai hajat untuk tampil. Perlu diketahui anggota seni Hadrah Al-Hikamah itu mayoritas anggotanya para pesanggem atau petani hutan BKPH. Kalibaru
Perhutani KPH Banyuwangi Barat.

Baca Juga:  IPK Medan Petisah Berbagi Kasih dengan Anak anak Yatim di Dua Panti Asuhan

3 hal yang sangat luar biasa yang tersirat pada permainan musik

Kami akan selalu siap untuk membimbing dan mendampingi Kesenian Hadrah ini, karena ada 3 hal yang sangat luar biasa yang tersirat pada permainan musik ini yakni:
– Bahwa seni musik adalah bahasa Universal, setiap orang tanpa peduli Ras, Agama, Golongan, pasti bisa menikmati musik yang indah dengan Riang Gembira, Semangat dan Penuh Penjiwaan. Sehingga pesan moral yang dibawa bisa diterima dengan mudah oleh masyarakat.
– Bahwa dengan musik hadrah, Doa dan Sholawat dapat dilantunkan lebih Hidmad sehingga Aura Religiusnya mampu membuat hati tenang dan sejuk.
– Seni hadrah ini perlu dilestarikan, dijaga keberlangsungannya, untuk minimal menahan gempuran budaya yang bertolak belakang degan Norma Agama atau Sosial ditengah masyarakat.

Baca Juga:  Terima Silaturahmi Pewarta, Kapolrestabes Medan: "Media Boleh Kritis Asal Jangan Adu Domba"

Hal ini disampaikan oleh Sugeng Wahono atau Mbah Semar panggilan akrapnya, saat ditanya oleh awak media seusai acara Munajad Bersama atas capaian kinerja Tahun 2021 dan kesiapan merialisasikan target Tahun 2022 yang dipimpin langsung oleh KH. Hasyim Ashari Aznan di Wana Wisata Legomoro RPH Sumbermanggis BKPH Glenmore bertemakan “KPH Banyuwangi Barat Lebih Baik, Bersyukur, Bangkit dan Berakhlak.”

Dalam acara yang sama dikesempatan berbeda Administratur KPH.Banyuwangi Barat sangat mengapresiasi Semangat dan Kemampuan para Petani Hutan dalam memainkan alat musik Hadrah dan cara melantunkan Sholawat.

Kami tidak menyangka bisa sebagus ini, Insya Allah ke depannya jika ada acara besar kami akan undang untuk tampil.

(TP/M. Sholeh)

Komentar