Kelengkapan Administrasi Gagalkan Kandidat Calon Kepling di Lingkungan I

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Untuk ikut dalam pencalonan Kepling di Kota Medan, tertuang dalam perwal 2021, dimana setiap calon kepling yakni tidak ikut dalam salah satu parpol. “Dan tidak sedang dalam menjalani hukuman, berkelakuan baik, harus mendapat dukungan minimal 30 persen dari jumlah KK di lingkungannya, KTP, KK dan juga ijasah harus terlegalisir dan sebagainya,” tutur Bapak Lurah Tondy P. Lubis, S. STP.

Tondy P. Lubis, S. STP selaku Lurah, menambahkan bahwa, “di Lingkungan I, terdapat dua orang Kandidat yang mengajukan permohonan calon kepling. Dimana salah satu nya calon kepling , ada yang berkas berkas nya tidak lengkap yakni berupa fotocopy KTP, KK dan ijasahnya, belum terlegalisir.

Kelengkapan Administrasi Gagalkan Kandidat Calon Kepling di Lingkungan I
Kelengkapan Administrasi Gagalkan Kandidat Calon Kepling di Lingkungan I.

“Saya sudah mencoba membantu karena salah satu kandidat, syarat dukungannya kuota yang ditentukan kurang, dengan jalan memberi waktu untuk melengkapi, tujuannya agar kedua Kandidat kepling dapat bersaing sampai tahap seleksi ujian,” lanjut bapak Tondy P. Lubis, S. STP.

“Setelah itu, seluruh berkas calon kandidat, kita sampaikan ke pihak kecamatan, melalui Kasipem Kecamatan. Berkas tersebut sudah menjadi tanggung jawab kecamatan dan bukan lagi wewenang kami dari kelurahan. Hasil seleksi kelengkapan berkas dari kedua kandidat di lakukan kembali seleksi ulang, ternyata salah satu kandidat terdapat salah seorang tidak lolos seleksi administrasi, maka untuk maju sebagai kandidat kepling tinggal seorang, dan itu pun masih diadakan seleksi ujian,” ujar Bapak Lurah Tondy P. lubis.

Baca Juga:  Infolahtadam I/BB Menggandeng Polsek Sunggal dan Koramil 06/Mdn Menggelar Operasi Pendisiplinan Prokes di Pasar Sunggal

Dari wawancara awak media kepada salah seorang kandidat yang tidak lengkap syarat administrasi, mengatakan, “ada upaya untuk mengcekal saya menjadi Kepling dengan cara seperti ini. Kalau saya tadi gagal dalam kompetisi seleksi ujian, saya masih terima. Kalah dan menang, itu biasa dalam kompetisi,” ujar salah seorang kandidat, dengan kesal sambil mengakhiri wawancara.

(TP/John Panjaitan/Edy Sjahril)

Komentar