BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Meskipun diterpa hujan deras dalam upaya mensinergikan budidaya ikan dengan pelestarian lingkungan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Kepala Dinas perikanan Banyuwangi, Drs Arief Setiawan didampingi oleh Camat Kalibaru, Ahmad Nuril Fallah melakukan penebaran tiga ribu (3000) benih jenis ikan Nila di kolam ikan Pringan milik warga Rt 04 Rw 03 Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru pada Rabu (7/4/2021) sekira pukul 13.00 WIB.
Drs Arief Setiawan menyebut penebaran tiga ribu benih ikan tersebut merupakan sebuah simbol budidaya yang saat ini tengah digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Perikanan.

“Penebaran benih ikan ini adalah simbol dari pada budidaya yang menjadi tagline Dinas Perikanan di tahun 2021 ini,” jelas Drs Arief Setiawan usai melakukan penebaran benih ikan.
Lebih lanjut, Arief Setiawan juga menuturkan bahwa budaya merupakan bagian dari kelestarian untuk dilanjutkan oleh generasi berikutnya.

“Baik di sungai dan keramba maupun di kolam, kita akan gerakkan yang namanya budi daya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Drs Arief Setiawan sangat mengapresiasi sekali kepada Iskak Jayadi yang sudah melakukan pembudidayaan ikan, yang ia lakukan di pekarangan rumahnya dengan membuat petak-petak kolam ikan, yang mana satu petak kolam ikan tersebut berfariasi ada yang berdiameter 4 x 6 ada juga yang berdiameter 3 x 8.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melakukan budidaya ikan dengan menebar benih ikan untuk kolam sebanyak 5000 ton dan untuk karamba 41 ton dan untuk tambak 18 ribu ton setiap tahunnya.
Hal tersebut dinilai selaras dengan apa yang menjadi spirit Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam gerakkan budi daya dan pelestarian lingkungan.
“Pelestarian akan berjalan dengan catatan kita harus melarang penyetruman ikan atau pemakaian obat-obatan berbahaya dalam menangkap ikan. Karena hal tersebut dapat mematikan ekosistem yang ada di perairan. Jadi memancing itu boleh, tetapi tidak menggunakan penyetrum atau obat-obatan,” ujar Ipuk Fiestiandani.
Ditempat yang sama Iskak Jayadi saat ditemui reporter media Transpublik .co.id di lokasi menyampaikan sangat berterimakasih sekali kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan bapak Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Drs. Arief Setiawan memberikan bantuan ikan kepada kami.
“Saya mengucapkan banyak-banyak terimakasih mas? kepada Ibu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani dan Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Drs. Arief Setiawan beserta rombongan yang telah sudi mampir ke kolam kami yang masih tahap proses pembangunan ini, yang mana beliau- beliau telah memberi bantuan bibit ikan nila sebanyak 3 ribu ekor. Dan tak lupa pula saya ucapkan banyak terimakasih juga kepada bapak Camat Kalibaru, Ahmad Nuril falah serta Ibu Kepala Desa Kajarharjo, Hj. Tinike Eka Wayan,” katanya.
Pantauan reporter media ini dilokasi meskipun hujan deras Bupati Banyuwangi dan Kepala Dinas perikanan beserta rombongan tetap melakukan penebaran benih ikan. Dan selanjutnya Bupati dan Kepala dinas langsung menuju kesebuah balai bengong yang berada ditengah-tengah petak kolam untuk mencicipi ikan bakar. Pada kesempatan itu juga turut anggota Polsek Kalibaru, anggota Koramil 0825/05 Kalibaru, Satpol PP Kecamatan Kalibaru dan anggota Linmas Desa Kajarharjo turut serta mengamankan dan mengawal acara penebaran binih bibit ikan tersebut sampai dengan selesai, Serta dalam acara tersebut tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes Covid-19).
(TP/M. Sholeh)

Komentar