MEDAN – Desa yang berada di Belanda bagian utara ini sering disebut sebagai “Venice if the Netherlands” alias Venice-nya Belanda. Giethoorn yang terletak di provinsi Overijssel, Belanda menjadi desa bebas kendaraan bermotor bahkan nyaris tanpa memiliki jalan raya.
Setiap hari, sekitar 2.600 penduduk desa ini hanya menggunakan sepeda, berjalan kaki atau menyewa perahu saat sedang beraktivitas sehari-hari. Awalnya taka da yang tahu keberadaan desa sejuk ini. Maklum saja, Giethoorn dibangun oleh sekelompok buronan dari Laut Mediterania.

Namun, setelah pemandangan hijau dan asrinya muncul dalam film Fanfare yang dibuat oleh Bert Haanstra, Giethoorn mulai dikenal ileh dunai luar dan mulai banyak didatangi wisatawan.
Tidak ada jalan raya di Desa ini, yang ada hanya kanal dan jalan yang tidak terlalu luas untuk pejalan kaki.
Kanal ini pun menyambungkan setiap tempat di desa yang berpenduduk sekitar 2.620 orang/ Air yang jernih dan kiri-kanan yang berhiaskan pohon rindang menjadi teman selama perjalanan wisata kamu di sini.
Saat memasuki desa yang berada sekitar 4 km barat daya dari Steenwijk ini, kamu harus meletakkan kendaraan di luar desa.
Giethoorn juga punya hamparan pedesaan yang membuat wilayah ini memiliki udara yang baik di dunia. Kerennya lagi, paras Giethoorn terlihat semakin elik karena tidak ada sampah sama sekali yang berserakan di pelatarannya.
Seperti di Italia, rumah-rumah di Giethoorn dihubungkan oleh sungai, sehingga warga menggunakan perahu sebagai sarana mobilitas utama. Di sini juga tidak ada bunyi klakson atau deru kendaraan yang membuat pendengaran kamu terasa terganggu.
(Ibnu)





Komentar