Diduga Situs Purbakala, Makam Panglima Kerajaan Deli, Datuk PNG Antasari/Andansari di Kecamatan Medan Marelan Terlantar

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Makam Datuk PNG Antasari yang lahir pada tahun 1616 dan wafat pada tahun 1716, yang konon katanya merupakan Panglima Kerajaan Deli, di Sumatera Utara. “Letak Makam persis berada di Jalan Durung 1,Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan,” ungkap Zamhir, salah satu cucu keturunan Datuk Antasari.

Menurut Zamhir, Datuk PNG Antasari merupakan Panglima Kerajaan Deli, karena berdasarkan pengakuan buyut dari Datuk Antasari, beliau sering pergi ke istana Maimun, menghadap Sri Baginda Raja Deli di Istana Maimun.

Diduga Situs Purbakala, Makam Panglima Kerajaan Deli, Datuk PNG Antasari/Andansari di Kecamatan Medan Marelan Terlantar

Makam Datuk PNG Antasari sering di kunjungi para penziarah dari beberapa suku yang ada terutama etnis Tionghoa dan malah pernah ada seorang etnis Tionghoa berniat menembok lokasi Makam karna doa dan permintaannya terkabul setelah ber ziarah ke makam Datuk PNG Antasari, tapi saya larang , dengan alasan Makam ini milik keturunan Datuk Antasari, sementara saya hanya membersihkan dan merawat Makam ini,ada kolam di seputaran Makam dan air di kolam tersebut tidak pernah kering, dulu katanya ada buaya di kolam tersebut, lanjut Zamhir.

Baca Juga:  Gugat Media dan Wartawan ke Pengadilan, Ini Tanggapan Ketua PWI Sumut dan Ahli Pers Sumut

Diduga Situs Purbakala, Makam Panglima Kerajaan Deli, Datuk PNG Antasari/Andansari di Kecamatan Medan Marelan Terlantar

Menurut masyarakat yang sering ber ziarah di tempat ini mengatakan bahwa Makam ini angker, karna sering terjadi hal hal mistik, di luar logika manusia, apalagi jika kita berkata kotor, akibat nya akan fatal.

Almarhum Datuk Antasari sebelum jadi Panglima lebih dahulu di uji oleh Raja Deli dengan jalan menjinakkan seekor Harimau, dimana saat itu ada 3 orang calon Panglima. “Datuk Antasari lah yang berhasil menjinakkan harimau tersebut dan menurut rekan rekannya Beliau disegani karena memiliki kesaktian mandra guna yang tinggi,” ujar Zamhir.

Baca Juga:  Aneh......! Sofia Tidak Terima Perbuatannya, Malah Orasi di Patung Kuda Jakarta

Kalau dari silsilah keturunan Datuk PNG Antasari terdiri dari Datuk Badar, Datuk Pulung, Datuk Bakar, Datuk Thalib. Saya merupakan keturunan Datuk Pulung, sementara keturunan Datuk Thalib memiliki cucu Bapak Abdullah Sani, yang dulu pernah menjabat sebagai Lurah sekitar tahun 50 an,” imbuh Zamhir.

Luas areal Makam Datuk PNG Antasari seluas 4 rante dan merupakan tanah wakaf keluarga, ucap Zamhir.
Menurut salah satu warga yang diwawancarain awak media, “saya sering melihat banyak masyarakat melakukan ziarah ke makam Datuk PNG Antasari dan banyak penziarah sembuh penyakit nya karna melakukan ziarah di tempat tersebut,” ucapnya.

Lanjutnya, “dan kami berharap kepada istansi terkait di kota medan agar memperhatikan Makam Datuk PNG Antasari karna selama ini Makam tersebut tidak pernah terurus, kan sayang sekali jika memang benar ini Situs Cagar Budaya, hilang dan tidak terdata,” ujar Anto Z, salah satu tokoh pemuda di daerah Kecamatan Medan Marelan.

Baca Juga:  Penangkapan 11 Ibu-Ibu di Aceh Tengah Diduga Salah Prosedur

Lanjut Anton Z, menambahkan, “Baru kali ini pihak Kecamatan Medan Marelan Bapak Camat M. Yunus,SSTP, melalui Sekcam M. Adham Nasution, ST, beserta staff turun ke lokasi Makam dan berjanji, kalau memang ini Situs Cagar Budaya, berdasarkan Dinas Terkait, Pihak Kecamatan Medan Marelan akan mem-fasilitasikan pihak keturunan Datuk PNG Antasari dengan Dinas Situs Purbakala Kota Medan,” ucapnya.

Dari Hasil pantauan awak media di lokasi Makam Datuk PNG Antasari/Andansari terlihat jelas banyak botol-botol berkas di sekitar Makam dan banyak tanaman ubi kayu serta pohon besar yang tidak terawat.

(TP/John Panjaitan)

Komentar