BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Pekerjaan proyek pembangunan plengsengan saluran air yang berlokasi di Dusun Tegalgondo, RT 001/ RW 001, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur diduga membuat kesal sejumlah warga yang peduli terhadap pembangunan.
“Pekerjaan proyek tersebut sudah berjalan empat hari tanpa papan nama proyek dan tidak menggunakan mesin Molen, ” kata warga dusun setempat yang namanya tidak mau dipublikasikan, Jum’at ( 4/6/2021).

Ditegaskannya, hal ini bisa saja memicu sorotan warga setempat karena proyek ini diduga dinilai proyek siluman sebab sama sekali tidak memasang papan nama informasi proyek sebelum dan saat melaksanakan kegiatan proyek.
Proses pekerjaan proyek tanpa menggunakan papan nama proyek, itu dapat juga dinyatakan sebagai upaya pembohongan terhadap publik agar tidak dapat diketahui besarnya pagu proyek, ” jelasnya.
Menurutnya, sesuai amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
“Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut serta dalam proses pengawasan. Dan lagi proyek tersebut tidak memakai molen, padahal itu wajib,” ungkap salah satu warga Desa Kajarharjo.
Atas informasi yang diterima dari sejumlah warga, Reporter media ini turun ke lokasi pekerjaan proyek dan menanyakan salah seorang yang mengaku sebagai kepala tukang, tentang keberadaan pihak pemborong dan dijawabnya, saat ini pemborong atau yang punya ( CV) tidak ada disini pak, mungkin hari sabtu kesini pak?
Kepala Desa Kajarharjo, Hj. Tinike Eka Wayan, saat ditemui diruangannya mengatakan bahwa teknis pelaksanaan proyek pembangunan itu Pemerintah desa ( Pemdes) Kajarharjo tidak tahu, karena kami tidak pernah menerima surat pemberitahuan, atau pihak CV tersebut tidak pernah kulonuwun atau datang ke desa. “Seharusnya kami yang mempunyai wilayah dikasik tau mas? Ini kok tiba-tiba ada proyek pembangunan plengsengan, masak gak ada pemberitahuan sama sekali, ya seperti halnya kita kalau mau bertamu atau mau masuk kerumah orang, kita kan mengucapkan assalamualikum,” kata Kepala Desa Kajarharjo.
Sementara itu, bos atau Kontraktor proyek tersebut saat dihubungi via WhastApp oleh Reporter media Trans Publik.co.id, sampai berita ini diterbitkan tidak bisa ditemui, hanya pesan singkatnya melalui WhastApp menyampaikan, Ada apa pak, ngomong aja langsung, soalnya waktunya gak tentu akunya pak.
(TP/M. Sholeh)


Komentar