BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id -Melalui pemanfaatan anggaran Bagi Hasil Restribusi Daerah (BHRD), Pemerintah desa (Pemdes) Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi Jawa timur kembali melaksanakan kegiatan program pembanguan perawatan jalan dengan cara di rabat beton. Pembangunan perawatan infrastruktur tersebut, direalisasikan di sepanjang jalan Dusun Cora Leduk, bersumber dari anggaran ( BHRD) tahun 2021 senilai Rp 25.043 000.
Pengerjaan perawatan jalan rabat beton ini dikerjakan, tidak menggangu penanganan pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah desa (Pemdes) Banyuanyar karena telah melakukan antisispasi sejak awal langkah-langkah yang rapi dan terstruktur dalam pencegahan penyebaran Covid-19, salah satunya dengan mendirikan pos PPKM Mikro yang tiap hari melakukan kegiatan.
Kepala desa (Kades) Banyuanyar, H.Supardi lewat Bendahara Desa, Subahraallah mengatakan, kucuran dana Bagi Hasil Restribusi Daerah tahun 2021 ini cair, langsung dimanfaatkan untuk program perawatan pembangunan infrastruktur jalan dengan rabat beton yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Dusun Cora Leduk, Desa Banyuanyar.
“Pada kucuran Bagi Hasil Restribusi Daerah (BHRD) tahun 2021 ini, kami manfaatkan untuk mengebut perawatan pembangunan fisik jalan rabat beton. Karena perawatan jalan tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama masyarakat Dusun Cora Leduk,” ujarnya saat ditemui Reporter Transpublik,co.id, diruangannya pada Senin (19/4/2021) sekira pukul 12.59 Wib.
Dalam membangun perawatan jalan rabat beton ini, kata Subahraallah, pihaknya tetap mengedepankan program padat karya. masyarakat di Dusun tersebut yang mengerjakan pengecoran jalan bersama Pemdes Banyuanyar, dan ikut serta Babinsa Desa Banyuanyar anggota Koramil 0825/05 Kalibaru.
“Pengerjaan perawatan jalan rabat beton ini kami kerjakan menerapkan mutu kualitas, sesuai petunjuk yang sudah ada, maka kami melaksanakan pengerjaannya juga tetap diutamakan program padat karya,” terangnya.
Dikatakannya, pembangunan jalan rabat beton ini terus dikerjakan karena memang tidak menggangu penanganan pencegahan Covid-19 yang dilakukan oleh Pemerintah desa (Pemdes) Banyuanyar. Bahkan ia juga sudah menyiapkan sejak awal langkah-langkah antisipasi dalam pencegahan penyebaran Covid-19.
“Langkah-langkah yang kami lakukan antara lain membentuk tim melibatkan semua unsur, memberikan himbauan kepada masyarakat yang disampaikan melalui ketua RT hingga pamasangan pamflet di setiap rumah warga dan sejumlah fasilitas umum, penyemprotan disinfektan secara berkala, pendataan terhadap warga yang bekerja diluar daerah maupun diluar negeri sebagai TKI, pemeriksaan dan melakukan pemantauan,” kata dia.
Lanjut Subahraallah, ia bersama semua aparatur desa sudah berjalan memberikan imbauan kepada warga. Ia juga menginstruksikan Kepala dusun (Kadus) dan RT, RW, wajib mendata warga yang bekerja diluar daerah dan luar negeri sebagai TKI yang pulang kampung ditengah wabah Covid-19 ini yang masih belum usai.
“Setiap warga kami yang pulang kampung ditengah pandemic Covid-19 atau Virus Corona ini, selain didata mereka juga terus dipantau oleh tim,” pungkasnya.
Sementara itu menurut salah satu warga, Pengecoran atau rabat beton jalan ini bertujuan untuk memperbaiki fasilitas jalan karena sebelumnya masih berupa aspal yang sudah rusak, bila musim penghujan licin karena banyak genangan air sehingga kurang nyaman digunakan.
”Melalui musyawarah masyarakat di Dusun Cora Leduk disepakati untuk melakukan perbaikan dengan cara pengecoran jalan atau rabat beton dan dilakukan secara gotong royong bersama seluruh warga,” terang salah satu ketua RT yang namanya tidak mau dipublikasikan.
Ditambahkannya, dengan adanya perawatan jalan ini, pengguna jalan yang akan menuju ke kebun, atau warga yang akan menuju ke pasar akan lebih nyaman dan kesejahteraan masyarakat lebih meningkat.
”Melalui gotong royong juga bisa di jadikan ajang silaturahmi dan memupuk kekompakan seluruh warga masyarakat, jalan yang di lakukan pengecoran ini, ya sepanjang jalan yang ada di dusun Cora Leduk,” tambahnya.
(TP/M. Sholeh)


Komentar