Demo | Aksi Warga Madina Blokir Jalinsum, Supir Bus Minta Polisi Bubarkan

MADINA | TRANSPUBLIK.co.id –  Jalan Antar Lintas Sumatra (Jalinsum) aksi pemblokiran yang tepatnya pada di Desa Mompang Julu, Kec Penyambungan Utara, Kab Mandailing Natal (MADINA) dengan berakhir ricuh pada Senin (29/6/2020) malam sangat disayangkan para supir bus antar lintas provinsi.

Seperti yang diungkapkan salah seorang supir bus H Harahap yang datang dari Kota Jakarta menuju Kota Medan mengaku saat ini masih tertahan.

“Sangat disesalkanlah aksi demo warga hingga menutup jalan lintas, kasihan para penumpangnya, bang banyak anak kecil didalam bus, Saya minta kepada kepolisian membubarkan aksi tersebut, karena sudah mengganggu kepentingan umum,” ucapnya.

Begitu juga hal senada yang disampaikan oleh Nasution yang mengatakan akibat aksi pemblokiran Jalinsum ini membuat terhambat pengiriman barang dari Kota Padang menuju Kota Medan.

Baca Juga:  Warga Desa Kayu Agung, Berhasil Mendirikan Bank Sampah

“Kalau bisa secepatnya dibubarkan para aksi demo, pak.. jadi terlambat pengiriman barang..,” ucapnya Nasution.

Diketahui halnya aksi tersebut dengan blokir Jalinsum di Desa Mompang Julu oleh sebagian masyarakat halnya menuntut turunkan jabatan Kades Mompang Julu, Kec Penyambungan Utara, Kab Mandailing Natal (MADINA).

Baca Juga:  Sat Narkoba Polres Simalungun Ringkus Diduga Bandar Sabu Kampung Kucingan, BB 14,68 Gram

Beberapa oleh mahasiswa dalam orasinya menjelaskan bahwa Kades Mompang Julu yang tidak transparan tentang dalam pengeolahan dengan dana desa serta diduga terjadi praktek KKN terhadap kebijakan yang telah dilakukan.

“Maka itu diminta klarifikasi dan informasi Kades Mompang Julu Bapak Hendri Hasibuan dari tentang dana desa anggaran T.A 2018 – 2020, halnya ketika tidak bisa dapat mengklarifikasi semua dugaan yang tercantum, maka mundur sekarang juga,” orasi warga.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Kota Tebing Tinggi  Apresiasi Kejari Tebing Tinggi Ungkap Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan Kota Tebing Tinggi

Dalam aksi oleh massa dan pemblokiran jalan semakin tidak terkendali serta melakukan penyerangan terhadap TNI-Polri dengan melempari batu dan kayu yang ada dibahu Jalan tersebut.

Massa juga dengan melakukan pembakaran 1 unit sepeda motor, 1 unit mobil Suzuki Baleno serta mobil dinas Wakapolres Madina, akibat penyerangan tersebut.

Bidang Humas Poldasu
Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SIK MH
AKBP MP Nainggolan

(TP/Loebis)

Komentar