Biadab, Kucing Dibakar Hidup-Hidup, Penemu Pelaku Akan Diberi 34,9 Juta

MEDAN – Pada video yang beredar terlihat seorang pria menyiram seekor anak kucing dengan bahan bakar, bahkan hingga kondisinya basah kuyup.

Setelah itu, ia langsung menyulut api ke anak kucing tersebut dan langsung terbakar. Anak kucing yang malang tersebut berlari untuk mencoba memadamkan api, namun akhirnya tidak berdaya.

Viral Video Anak Kucing dibakar Hidup-hidup, Netizen: Cari Pelakunya!

Asosiasi hewan tersebut turun tangan setelah mendapat laporan mengenai insiden pembakaran anak kucing yang viral di media sosial.

Baca Juga:  Hari ke 10 Pengerjaan Jalan, Saat Ini Kodim 0206/Dairi Siapkan Posko TMMD 112

Asosiasi Hewan Malaysia menyiapkan hadiah puluhan juta bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang pelaku pembakaran anak kucing tersebut.

Asosiasi pencinta hewan Malaysia menawarkan hadiah 10.000 ringgit atau sekitar Rp 34,9 juta bagi siapa saja yang mau memberikan informasi penting tentang insiden pembakaran anak kucing.

“Animal Malaysia meningkatkan penawaran hadiah dari 3. 000 (Rp 10,4 juta) ringgit ke 10.000 (34,9 juta) ringgit untuk setiap individu atau kelompok yang dapat mengonfirmasi aksi bakar anak kucing dengan menuangkan minyak api dan membakarnya.” tulis Animal Malaysia di akun Facebooknya.

Baca Juga:  KOSEKHANUDNAS III Laksanakan Latihan CAKRA C-21 Tahun 2021 di Ruang Rapat Kosekhanudnas III

Kelompok pencinta hewan tersebut juga menyebutkan mereka mendapat laporan bahwa insiden itu terjadi di Pahang, Malaysia.

“Animal Malaysia mengimbau untuk memberikan informasi lengkap dengan laporan polisi sampai pelaku ditangkap, diadili di pengadilan dan dijatuhi hukuman maksimum karena kekejaman membunuh anak kucing yang tidak bersalah ini jika benar apa yang terjadi di negara ini dan pelaku di Malaysia.” tulisnya.

Baca Juga:  Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Gelombang III Pada Bulan Juli 2021

Aksi pembakaran kucing itu juga mendapat kecaman dari warganet termasuk di Indonesia yang melihat video berdurasi 44 detik tersebut. Mereka berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya.

 

Sumber : suara.com

(Josua)

Komentar