MEDAN – Seperti yang kita ketahui, 23 juli sudah resmi di tetapkan sebagai Hari Anak Internasional, mengapa demikian. Alasannya cukup sederhana, karena di hari tersebut disahkannya UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Ada fakta unik lainnya, Hari Anak Internasional pertama kali dirayakan pada 1857 dan diperingati setiap 1 Juni, tepat pada lahirnya pancasila.
Peristiwa penggantian hari anak
Penetapan hari anak memang sering mengalami perubahan karena berbagai faktor. Awalnya hari anak di peringati pada tangal 6 juni, yaitu 5 hari setelah lahirnya Pancasila. Kemudian, hal tersebut di cabut oleh Dewan Pimpinan Kongres Wanita Indonesia (Kowani).
Lalu mengantinya dengan dengan Pekan Kanak-kanak Nasional Indonesia dan Waktu peringatannya jatuh pada libur kuartal pertengahan tahun.
Tetapi, lain halnya pada tahun 1967, hari Pekan Kanak-kanak sekarang jatuh pada liburan pertengahan tahun, yaitu bulan Agusus. Karena harinya sangat dekat dengan tangal kemerdekaan Indonesia maka mereka menganjurkan untuk merayakan hari pekan kanak-kanak setelah hari kemerdekaan.
Karena kejadian tersebut. Dewan Pimpinan Kowani meminta seluruh organisasi Kowani BPOW/BKOW untuk menetapkan sebuah keputusan terhadap hari anak.
Pada akhirnya peringatan Hari Anak-anak Nasional jatuh pada 17 Juni. Meskipun sudah di setujui oleh berbagai pihak, ada juga sejumlah pihak yang masih ragu dan mempertanyakan hal tersebut termasuk Menteri P dan K Daoed Joesoef.
Beliau menyarankan Hari Anak-anak Nasional di tetapkan pada 3 Juli, karena hari tersebut adalah hari berdirinya Taman Indria sekaligus Hari Taman Siswa. Selain itu, DPP GOPTKI (Gabungan Organisasi Penyelenggaraan Taman Kanak-kank Indonesia) juga menyetujui untuk di gantinya hari tersebut.
Tetapi bukan berarti hari anak nasional di peringati pada 3 juli.
23 juli sudah menjadi Hari Anak Internasional
Mereka malah memberi usulan lain yaitu pada 23 Juli, berdasarkan nilai historis, tanggal tersebut tepat dengan disahkannya UU Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak.
Alasan tersebut memanglah kuat dan Tanpa pikir Panjang lagi. Mendikbud Prof Dr Nugroho Notosusanto telah menyetujui pengubahan peringatan tanggal Hari Anak-anak ini.
Hingga saat ini, hari anak masih di peringatkan pada tangal 23 juli dan belum ada tanda-tanda ataupun keluhan dari masyarakat terhadap ketidaksetujuan tanggal tersebut.
(TP/Aldeza Juan)





Komentar