Pecahkan Rekor Lagi, AS Catat Lebih dari 78 Ribu Kasus Corona Sehari

Washington DC Amerika serikat kembali mencetak rekor untuk tambahan kasus COVID-19 tertinggi dalam sehari. Lebih dari 78 ribu kasus Covid-19 tercatat di AS dalam 24 jam terakhir.

Seperti dilansir AFP,Sabtu(18/7/2020), data penghitungan Johns Hopkins University, yang berada di Baltimore, AS dan menjadi acuan data internasional menunjukan sudah 3 hari berturut-turut Amerika mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus di wilayahnya.

Data terbaru JHU melaporkan bahwa 77.638 kasus Covid-19 tercatat di wilayah AS dalam sehari, atau sepanjang jumat kemarin waktu setempat.

Ini menjadi Hari ketiga saat Amerika terus mencetak rekor tertinggi untuk tambahan kasus di wilayahnya. Pada Kamis (16/7/2020) waktu setempat, data JHU melaporkan 77.255 kasus Covid-19 tercatat diwilayah AS dalam sehari.

Baca Juga:  Resmikan Jembatan Sei Seruai, Bupati Harap Bisa Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Di negara bagian California, wilayah Los Angeles County melaporkan 4.592 kasus Corona dalam sehari pada Kamis (16/7/2020) waktu setempat. Angka ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam sehari di negara bagian ini.

“Tanpa tindakan agresif dari setiap orang, kita tidak akan bisa memperlambat penyebarannya,” kata Direktur Dinas Kesehatan Publik Los Angeles County, Barbara Ferrer, dalam pernyataannya.

Baca Juga:  Permintaan Masyarakat untuk Dilakukan Fogging Langsung Direalisasikan Wali Kota Medan

Di negara bagian Texas dan Arizona  juga menghadapi kenaikan kasus dan kematian akibat Corona, otoritas setempat mengerahkan truk-truk berpendingin untuk menjadi lokasi penyimpanan sementara jenazah korban Corona.

Secara keseluruhan, menurut data JHU, total 3.641.417 kasus Corona kini tercatat di wilayah AS sejauh ini, dengan 139.175 kematian. Dengan angka tersebut, AS masih menempati peringkat teratas untuk total kasus dan total kematian akibat Corona terbanyak di dunia.

Baca Juga:  Event Nasional di Kepulauan Nias Membanggakan Sumut

Para pakar meyakini bahwa AS tidak akan pernah keluar dari gelombang pertama virus Corona dan jumlah kasusnya terus melonjak dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah selatan dan barat AS yang mencabut lockdown lebih awal demi membuka kembali perekonomian.

Sumber :news.detik.com

(TP/Ibnu)

Komentar