Alokasi Pelebaran Jalan Meteorologi Dipertanyakan DPRD Kota Medan

Medan – Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, yakni Paul Mei Anton Simanjuntak, menyemprot Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang (PKPCKTR), Jhon Ester Lase, dengan nada kesal dalam Rapat Dengar Pendapatan (RDP) yang digelar, Senin (5/1/2026).

Pasalnya, alokasi anggaran sebesar Rp3 miliar untuk pelebaran jalan di Jalan Meteorologi justru akan menguntungkan pihak Citraland, bukan warga Kota Medan.

“Kenapa tetap dialokasikan anggaran untuk pelebaran jalan ini? Padahal sudah jelas letaknya berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang dan itu akses menuju Perumahan Citraland. Secara otomatis yang diuntungkan warga Deli Serdang, bukan warga Kota Medan,” ujarnya.

Oleh karena itu, Paul mempertanyakan kenapa pelebaran jalan dialokasikan lagi. Apalagi, pihak Citraland juga tidak pernah peduli dengan Kota Medan.

Baca Juga:  Polrestabes Medan Membentuk Timsus JCS Redam Aksi Kriminalitas

“Justru pelebaran jalan itu membuat saluran drainase menjadi menyempit dan menyebabkan banjir di Kota Medan. Alangkah baiknya anggaran itu dialokasikan untuk menangani banjir, seperti normalisasi drainase. Apakah Dinas PKPCKTR tidak tahu yang mana lebih prioritas?,” tanyanya.

Politisi PDIP ini pun meminta Pemko Medan agar lebih mementingkan kebutuhan masyarakat dalam melakukan pembangunan.

Baca Juga:  Rommy Minta Kasus Korupsi BBM Becak Sampah Diusut Kejari

“Masih banyak kebutuhan anggaran yang lebih prioritas. Kok malah pelebaran Jalan Meteorologi yang diutamakan. Itu kan lebih mementingkan masyarakat tertentu ke perumahan Citraland,” ucapnya.

Kritik juga disampaikan anggota Komisi IV lainnya, Lailatul Badri, yang menyebut masih ada warga yang belum menerima ganti rugi lahan. “Saya juga mendengar ada yang salah alamat, di mana Pemko Medan membayar ke orang lain, bukan ke warga pemilik lahan. Ini bagaimana penyelesaiannya?,” ujarnya.

Baca Juga:  DPRD Medan Minta BKD Segera Terbitkan SK Petugas Medis di RS Medan Labuhan

Menjawab hal itu, Kadis PKPCKTR Kota Medan, Jhon Ester Lase, menjelaskan bahwa penganggaran sudah dilakukan sejak tahun 2022. “Untuk tahun 2026 hanya menyelesaikan beberapa persil yang belum tuntas. Jadi kita hanya menyelesaikan itu,” tuturnya.

(TP/AL)

Komentar