Menuju Desa Bangun Sari Baru Yang Maju, Sejahtera Dan Bermartabat

TJ.MORAWA | TRANSPUBLIK.co.id –  Pemilihan Calon Kepala Desa secara serentak di Kabupaten Deli Serdang tinggal menghitung hari yang jatuh pada hari senin (18/4/2022) yang akan datang, sejumlah spanduk dan Baliho pun tersebar di sejumlah titik dengan berbagai Visi dan Misi yang terpampang di setiap sudut jalan dan di persimpangan demi suksesnya pembangunan di Desa.

Salah satu calon Kepala Desa yang selalu aktif bersosialisasi ke masyarakat yang mengusung Visi dan Misi yang jelas dan langsung menyentuh ke hati masyarakat adalah Erikson Lubis Calon Kepala Desa Bangun Sari Baru Nomor urut 3, dimana dalam Misinya Erikson Lubis ingin membawa Desa Bangun Sari Baru menuju kemajuan, sejahtera dan Bermartabat. Dengan meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Desa Bangun Sari Baru dan meningkatkan kualitas pendidikan kepada masyarakat agar mampu bersaing di era digital, reformasi dan revolusi mental serta meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang prima cepat, tepat dan benar.

Hal tersebut di sampaikan Erikson Lubis Nomor urut 3 ketika melaksanakan Kampanye perdananya di Balai Desa Bangun Sari Baru, senin (11/4/2022) di Tj. Morawa Kabupaten Deli Serdang.

Dalam kampanyenya Erikson Lubis nomor urut 3 memaparkan 10 program kerjanya, yakni :
1. Melakukan pendataan terhadap hal – hal yang berkompeten yang dapat meningkatkan Pendapatan Desa sehingga dengan pendataan perencanaan pembangunan desa bisa berbasis pada kebutuhan dan permasalahan, sehingga dana desa menjadi tepat sasaran.

2. Badan Usaha Milik Desa (BUMD) diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan desa

3. Mewujudakan desa sehat dan sejahtera dengan meningkatkan pembinaan dan peranan pemuda dalam setiap program kerja desa

4. Membangun potensi usaha di setiap Dusun untuk membangun ekonomi Dusun di Desa Bangun Sari Baru

5. Melakukan kerjasama dengan berbagai pihak yang tidak mengikat seperti organisasi masyarakat, lembaga pemberdayaan masyarakat guna menciptakan lapangan kerja wirausaha sehingga masyarakat desa menjadi masyarakat yang aktif, reaktif dan produktif.

6. Mengelola setiap anggaran dan keuangan yang transparan dan akuntabel serta tertib administrasi.

Baca Juga:  Tim Satgas Covid-19 Pemko PSP Gelar Razia Prokes

7. Mewujudkan pengembangan desa wisata yang di harapkan dapat menjadi Ikon dari Provinsi Sumatera Utara dengan mengandalkan bidang pertanian.

8. Memastikan Koordinasi yang baik dan efektif dari berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan kesehatan, menekan angka Stunting sehingga tercipta masyarakat yang sehat dan kuat.

9. Pemberian bea siswa buat masyarakat yang berkebutuhan khusus, keluarga miskin (tidak mampu), dan yatim piatu sehingga dapat mengurangi jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Desa Bangun Sari Baru.

10. Melaksanakan pembangunan Infrastruktur berkesunambungan dan terencana di setiap wilayah Desa Bangun Sari Baru untuk Agrobisnis, Industri dan pelayanan.

Adapun metode yang di lakukan dalam kampanye Calon Kepala Desa Bangun Sari Baru Nomor urut 3 adalah dalam bentuk Dialog Interaktif bersama warga masyarakat, tingginya antusias masyarakat dalam dialog tanya jawab dengan Calon Pemimpin muda tersebut dengan kepiawaiannya semua bisa di jawab oleh Erikson Lubis dengan kecerdasannya yang di sambut dengan aplous oleh masyarakat yang hadir.

Baca Juga:  Razia Masker Bergabung dengan Satpol PP di Pasar Sukaramai Medan

Peserta yang turut dalam bursa pemilihan calon kepala Desa Bangun Sari Baru di ikuti oleh lima kandidat diantaranya : Septiananda nomor urut 1, Saniman No. 2, Erikson Lubis No. 3, Sumber Edi Susiwo No. 4 dan Edy Nirmawan No. 5

Di akhir kampanyenya Calon Kepala Desa Bangun Sari Baru Nomor urut 3 Erikson Lubis sempat memberikan kritikan kepada Panitia yang hadir terkait munculnya secara tiba – tiba 317 suara DPT tambahan (Daftar Pemilih Tetap) yang menjadi kecurigaan, siapa orang – orang itu dan dari mana asalnya, hal ini akan menjadi perhatian serius oleh Tim Pemenangan Erikson Lubis dan dalam waktu dekat akan mendatangi Kantor Bupati dan aparat setempat agar di lakukan pendataan ulang atau Audit, ujarnya. (TP/tra)

Komentar