BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id –Sejak ditahannya Kepala desa (Kades) Tegalharjo, Mursyid, S.E, kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur beberapa hari yang lalu yang diduga korupsi sebesar 1,4 Miliar. Saat ini banyak vidio warga yang simpati kepada Kepala desa Tegalharjo tersebut, salah satunya vidio seorang nenek yang menangis merasa kasihan dan simpati serta menitipkan pesan-pesan, pada Minggu (30/5/2021).
Berikut kutipan bahasa serta pesan-pesan seorang nenek bernama ( Buk Mosia) yang saat ini beredar dimedia sosial berbahasa madura, ” pak? empean pasabber ngadepih cobaan nikah, pak? mugeh-mugeh empean epasalametah bik allah, pean makeh bedeh ekammaah beih jek kalopaeh ka allah, a sholat gik pak?, kauleh tak tegeh ngabes agih sampean pak? mogeh-mogeh sampean e parenganah pasabber ben eparengnah kuat. Kalau bahasa Indonesia, ” Pak ? sampean sabar menghadapi cobakan ini, pak? Semoga sampean diselamatakan oleh allah, sampean jangan lupa meskioun ada dimana saja jangan lupa ke allah, sholat ya pak? Saya tidak tega melihat sampean pak? Semoga sampean diberikan kesabaran dan diberi kekuatan,” katanya.
Simpati dan empati memiliki kedekatan makna. Keduanya berarti penting bagi manusia yang notabene adalah makhluk sosial. Untuk menjalin hubungan dan kedekatan dengan sesama, setiap orang perlu bersimpati dan berempati.
(TP/M. Sholeh)


Komentar