BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Pengendara maupun pejalan kaki harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan penghubung Desa Kajarharjo dan Desa Kalibaruwetan, tepatnya di RT 04/ RW 04, Dusun Krajan Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, karena ada salah satu titik badan jalan yang ambrol.
Sukijan, salah satu pengendara mengatakan, dirinya yang setiap pagi dan sore melintasi jalan itu sangat mengharapkan pemerintah tanggap dengan keluhan pengendara dan pejalan kaki, karena jalan itu adalah akses lintas masyarakat yang hendak desa sebelah maupun akses menuju ke Pasar Kalibaru. Dan jalan ini juga tiap hari dilalui kendaraan roda empat maupun roda enam.

“Saya selaku pengendara motor harus berhati-hati apalagi kalau malam, apalagi kalau sudah berpapasan dengan mobil, salah sedikit bisa terperosok,” tuturnya.
Sementara itu, Sholeh, Warga dusun setempat, menduga bahwa longsornya badan jalan tersebut karena banyak kendaraan dengan tonase berlebih yang melalui jalan itu dan ditambah dengan curah hujan yang cukup tinggi beberapa waktu lalu.
“Kalau dari arah timur jalan itu lumayan lurus dan menikung pas mau melewati jembatan dan sebaliknya kalau dari arah barat jalan tersebut menikung dan menurun serta langsung lurus, jadi sangat berbahaya bagi pengendara yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi, maupun warga yang jalan kaki, salah perhitungan bisa terperosok,” tutur Sholeh.
Dari pantauan Reporter Trans Publik.co.id di lapangan, di jalan tersebut sama sekali tidak ada tanda peringatan yang bertuliskan awas bahaya atau tanda-tanda peringatan, dan dilokasi tersebut sangat mengkhawatirkan bagi pengendara yang melintas, karena banyak yang belum tahu kondisi badan jalan yang ambrol.
Terpisah, saat dikonfirmasi beberapa minggu yang lalu Sekdes Desa Kajarharjo, Oktry mengatakan, titik badan jalan yang longsor itu akan kami plengseng dengan anggaran tahun depan.
“Badan jalan itu mas, akan kami bangun tahun depan, karena kalau untuk anggaran yang sekarang sudah ada posnya masing-masing,” tegas Oktry.
(TP/M. Sholeh)

Komentar