BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Proyek plengsengan dan pelebaran jalan raya Jember- Banyuwangi, tepatnya di jalan raya lintas gunung Gumitir, dusun Barurejo, desa Kalibarumanis, kecamtan Kalibaru, kabupaten Banyuwangi Jawa Timur itu menuai kritikan dari salah satu aktifis LSM dan juga para pengendara. Hal itu terjadi lantaran proyek yang dikerjakan oleh Kontraktor atau CV tersebut diduga dinilai lamban dan menimbulkan kemacetan.
Menurut aktifis GANN, Iskak Jayadi, kepda Reporter Trans Publik,co.id mengatakan, proyek tersebut setahu saya dibulan Ramdhan kemarin sudah dikerjakan. Dan saat ini pengerjaan proyek tersebut sudah memasuki pelebaran jalan dengan menggali salah satu sisi jalan utama. Namun yang membuat warga sedikit kesal karena sering terjadinya kemacetan parah apalagi ketika musim liburan tiba, karena jalan menjadi sempit dan materialnya sampek ke garis tengah jalan. Apalagi jalan itu merupakan akses utama menuju wilayah Kabupaten Jember, dan juga sebaliknya jalan tersebut akses utama menuju wilayah Kabupaten Banyuwangi.

“Kalau masalah pelebaran jalan dan plengsengan kita selaku warga Banyuwangi berterimakasih karena selama ini hal itu yang ditunggu. Namun sistem pengerjaan oleh kontraktor seharusnya bisa diakali misalnya, naruk materialnya agak kepinggir sedikit jangan sampai memakan separuh jalan. Apalagi petugas yang mengurai lalu lintas, yang notabenya menggunakan warga sekitar, tempat penyetopannya sangat jauh sekali dari proyek, kami duga memang dibikin seperti itu oleh mereka. Jadi jalan masih bisa digunakan sepenuhnya dan tidak akan menimbulkan kemacetan,” paparnya kepada Trans publik.co.id, Selasa ( 25/5/2021).
Sementara itu, informasi yang berhasil diterima oleh Reporter Trans publik,co.id di Pos Pam KRYD Kalibaru, Kapolsek Kalibaru, AKP Abdul Jabbar,S.H sekira jam 11.35 bersama anggotanya sudah terjun langsung ke lokasi proyek serta memerintahkan kepada para pekerja proyek untuk segera menggeser material proyek yang sampai memakan separuh jalan.
Dan Kapolsek juga memerintahakan kepada warga yang mana warga tersebut selaku petugas pengurai Lalu lintas, untuk menggeser tempat penyetopan kendaraan yang dinilai terlalu jauh dari lokasi proyek. Serta Informasi yang diterima media ini, pihak Poksek Kalibaru akan segera melakukan peneguran kepada kontraktor terkait banyaknya aduan dari warga.
(TP/ M. Sholeh/Ismanto)




Komentar