BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.CO.ID – Tingginya intensitas hujan diwilayah kecamatan Kalibaru akhir-akhir ini membuat warga Rt 03/Rw 13, Dusun Krajan, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi Jawa timur, waswas. Air hujan limpahan dari saluran Draenase menggenangi jalanan dan rumah-rumah warga setempat.
Itu terjadi karena gorong-gorong di Jl. Raya Jember- Banyuwangi, tepatnya dipertigaan area pasar induk Kalibaru, tersumbat sampah. Hal itu membuat air yang mengalir kearah selatan tidak lancar dan mengalir manjadi satu ke arah timur, sehingga meluap ke jalan kampung dan rumah-rumah warga yang berada di utara Pegadaian Kalibaru.


Pantauan Trans Publik,Co.id di lokasi pada Juma’at 5 Maret 2021 sekira pukul 07.30 Wib, pagi , genangan air memenuhi permukaan jalan di wilayah Rt 03/ Rw 13 Dusun Krajan. Dan pemukiman warga yang berada disebelah selatan jalan yang berada di dataran rendah kebanjiran. Tidak hanya itu saja, informasi yang berhasil dihimpun oleh reporter media ini dilapangan, sering kali para pengendara sepeda motor cekcok gara-gara tersiram air, gegara tidak pelannya pengendara yang berasal dari arah timur.
Besarnya debet air yang masuk ke saluran drainase itu tidak muat, sehingga meluber ke jalan dan perkampungan.
“Sekarang ini musim penghujan, sampean lihat sendiri pak, kalau warga tidak membuat tanggul-tanggul kecil dengan karung yang diisi dengan pasir, air itu masuk kerumah-rumah warga, pas kebetulan rumah warga di Rt 03 termasuk rumah saya sendiri berada didataran rendah. Kalau dari pemerintah Desa sendiri sudah ada tindakan dengan menjebol beberapa saluran draenase, yang salurannya kecil, dengan diapasangi bokalfet. Musim hujan tahun-tahun sebelumnya tidak seperti ini. Genangan air itu baru muncul saat musim hujan kali ini,” jelas Muhammad Haderi selaku ketua Rt 03 saat ditemui Trans Publik.Co.id dilokasi.
Informasi yang berhasil dihimpun reporter media ini, gorong-gorong yang melintasi di Jl.Raya Jember-Banyuwangi ini memiliki panjang sekitar delapan meter. Warga sekitar sudah berusaha membersihkan gorong-gorong itu namun tidak membuahkan hasil.
Warga berharap penyumbatan gorong-gorong itu bisa ditangani Pemkab Banyuwangi atau PU Bina Marga, dan PU Pengairan karena statusnya sebagai jalan Provinsi.
“Gorong-gorong itu cukup panjang, makin ke dalam makin sempit sehingga susah bagi warga untuk membersihkan gorong-gorong itu,” ucap Hari Sas warga lainnya.
Hari Sas mengatakan warga bersedia diajak kerja bakti, tapi harus ada dukungan dari pihak-pihak terkait. “Kalau hanya mengandalkan tenaga warga, tidak mampu,” kata dia.
Sementara itu dilokasi turut hadir ketua Rt 03, Kepala Dusun Krajan, Babinsa serta beberapa staf Desa Kalibaruwetan dan puluhan warga yang ikut membersihkan gorong-gorong yang tersumbat.
(TP/M. Sholeh)

Komentar