Satu Bulan Operasi Yustisi, Masih Banyak Warga Taput Tak Peduli Bahaya Covid-19

TARUTUNG | TRANSPUBLIK.co.id Kasus Terpapar Covid-19 belakangan ini melonjak di wilayah Tapanuli Utara, sudah 75 (tujuh puluh) orang yang tertular Virus yang mematikan tersebut, dua orang diantaranya telah meninggal dunia dan salah satunya adalah Dokter yang bertugas di Pemkab Taput.

Tim gabungan TNI-POLRI dan satpol PP kembali gelar operasi Yustisi di Jalan Sisingamangaraja Tarutung, Jumat (23/10/2020), dan Operasi itu berlangsung dari pagi sampai siang.
Pantauan wartawan media ini di lokasi Rajia menemukan masih banyak masyarakat Tapanuli Utara yang terjaring tim gabungan tersebut karena tak mematuhi protokol kesehatan yang diterbitkan Pemerintah dan telah dijadikan Perbub dengan nomor 40 Tahun 2020 oleh Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan dengan isi akan menindak para pelanggar protokoler kesehatan dengan sangsi Teguran lisan maupun tertulis, kerja sosial dan denda administratif sebesar 150 ribu rupiah, dan Perbub tersebut merupakan lanjutan Instruksi Presiden dan Gubsu.

Masih dalam pantauan, tampak para petugas dari pihak Kepolisian, TNI maupun Satpol PP merasa kesal dikarenakan masih banyaknya masyarakat yang tak peduli pada kesehatannya.

“Mengapa anda begitu bebal, anda memakai masker itu untuk menyelamatkan anda dan orang lain, kami capek sosialisasi terus dan seharusnya anda anda itu sadar betapa berbahanya Covid-19 itu,” ucap salah satu petugas dari kepolisian kepada warga yang terjaring karena tak memakai masker.

Baca Juga:  Kasat Pol PP Provinsi Sumut Suriadi Bahar Mengapresiasi Ketahanan Pangan Polsek Medan Helvetia

Setelah diberi penjelasan untuk tetap memakai masker oleh petugas gabungan, para warga yang terjaring diberikan masker dan identitasnya di data lalu diberi tindakan sanksi berupa kerja sosial untuk membersihkan pekarangan depan gedung DPRD Taput dan selanjutnya diperbolehkan pulang.

(TP/Bob Luis)

Komentar