oleh

Srikandi BALAWANGI Minta Polisi Usut Pengunggah Video yang Sebut Korban Laka Lantas LONTE

BANYUWANGI | TRANSPUBLIK.co.id – Pasca Viralnya video kejadian laka lantas yang melibatkan seorang perempuan warga yang disebut oleh pengunggah video dalam facebook dengan menyebut bahwa korban adalah LONTE, menjadi perhatian serius bagi unite perlindungan anak dan perempuan ormas BALAWANGI.

Menurut, ketua Unit Perlindungan anak dan perempuan ormas Balawangi,Nurul kholipah, bersama para srikandi Balawangi lainnya pada saat mendatangi mapolsek Gambiran mengatakan bahwa polisi harus mengusut dan menangkap pengunggah video yang terkesan melecehkan kaum perempuan.

Baca Juga:  Toba2020 | Kasubbid Penmas Poldasu Keterangan Rangka Hari Pertama Hasil Ops Toba 2020 Ditlantas Poldasu

“korban laka lantas yang ada di kawasan desa Yosomulyo kemarin adalah anggota kami, pengunggah video yang mengatakan bahwa korban adalah LONTE membuat kami sebagai kaum perempuan merasa terusik,”ujarnya.

Baca Juga:  Pangdam I/BB Memberi Arahan Para Dansat Percepatan Penanganan Covid-19 di Wilayah

“karena unggahan itu menurut kami sangat melecehkan kaum perempuan, apakah ketika ada wanita bertato itu sudah bisa dikatakan LONTE atau pelacur,” ungkapnya.

Nurul kholipah juga menambahkan bahwa polisi harus segera mengusut hal ini.

“kami meminta kepada pihak aparat kepolisian mengusut sampai tuntas bahkan menangkap pengunggah video tersebut agar hal ini juga tidak terulang kembali,” harapnya.

Baca Juga:  AKBP Agus Sugiyarso, S.IK, Kapolres Tebing Tinggi Beri Bingkisan Saat Pantau Pos Penyekatan

BALAWANGI dalam hal ini unit perlindungan anak dan perempuan akan ada di Garda terdepan untuk melakukan pembelaan jika ada para kaum perempuan dan anak dilecehkan baik secara fisik maupun verbal.” imbuh wanita yang akrab dengan panggilan chici ini.

(TP/M. Sholeh)

Komentar

Berita Terkini