oleh

PWI Rohil: Mari Hindari Berita Beritikad Buruk

ROHIL | TRANSPUBLIK.co.id – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Rokan Hilir ( Rohil ), Nopriosandi ST melalui Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Rohil Zulfan Effendi,  meminta kepada seluruh wartawan, terkhusus bergabung di PWI Rohil untuk bisa mentaati Kode Etik Jurnalistik ( KEJ ) dalam menulis suatu berita.

“Dalam kode etik terdapat sejumlah aturan yang mengikat bagi seorang wartawan, salah satunya adalah tidak diperbolehkan membuat berita fitnah dan beritikad buruk,” kata Zulfan Effendi, Senin (10/1/2022).

Baca Juga:  Dikenal Dekat dengan Masyarakat, Afrizal Sintong Tanyakan Langsung Keluh Kesah Masyarakat
PWI Rohil Mari Hindari Berita Beritikad Buruk
PWI Rohil Mari Hindari Berita Beritikad Buruk. (TP/Budi)

Dikatakannya, berita fitnah dan beritikad buruk merupakan berita bohong atau hoaks harus selalu diperangi jurnalis. “Kode etik mengharuskan wartawan untuk membuat berita secara akurat, berimbang, proporsional dan tidak mencampurkan antara fakta, opini dan berita,” tuturnya.

Baca Juga:  Sapma PP Tombobulu Open Recruitmen Family

Zulfan menegaskan, bahwa perusahaan pers juga tidak boleh menggunakan kebebasannya untuk bertindak seenaknya saja. “Berdasarkan Pasal 7 ayat (2) UU 40/1999 tentang Pers, wartawan adalah profesi yang memiliki dan harus menaati Kode Etik Jurnalistik,” tegasnya.

Baca Juga:  Personil Sat Lantas Polres Madina Menutup Badan Jalan yang Berlobang Guna Antisipasi Terjadinya Kecelakaan

Zulfan menambahkan, perusahaan pers profesional harus menjalankan dan menghasilkan jurnalisme profesional, sekaligus menjadi penegak Pilar Demokrasi yang menjunjung tinggi kemerdekaan pers.

“Pers dalam menjalankan perannya harus menjunjung kemerdekaan pers, menyampaikan informasi kepada publik secara jujur dan berimbang, serta bebas dari tekanan kapitalisme dan lain sebagainya,” tutupnya. (Rilis)

(TP/Budi)

Komentar

Berita Terkini