oleh

Polrestabes Medan Kembali Ungkap Dugaan Penyeludupan Sabu 23Kg Jaringan Tanjung Balai

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – SatRes Narkoba Polrestabes Medan, kembali mengungkap Delapan (8) Orang Pelaku penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dan menyita Barang bukti (BB) seberat 23 kilogram (kg) yang dibungkus menggunakan kemasan teh Cina dari jaringan Tanjung Balai Sumatra Utara. Yang juga rencananya untuk diedarkan di Kota Medan, Rabu (20/10/2021).

Dari 8 orang para pelaku yang diamankan, salah satunya seorang wanita. Dari pelaku ada yang berperan sebagai Kurir, Pengedar dan Pemasok sabu.

Adapun identitas pelaku masing – masing berinisal S (22), GS (43), MJ, SNU (30), I (47) warga Medan FS (42) dan EA (34) warga Batubara dan 1 unit senjata api jenis revolver.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Plt Kasat Narkoba Kompol Riki Ramadhan dan Kasi Propam Kompol Zonni Aroma beserta Kanit Idik I, Iptu M Ainul Yaqin, Kanit Idik 2 Iptu JH Panjaitan, Kanit Idik 3 Iptu Irwanta Sembiring, jajaran dan perwakilan dari Ditnarkoba Polda Sumut menjelaskan, penangkapan yang dilakukan mulai tanggal 21 September 2021 sekira pukul 15.00 WIB di Jalan Bakul, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal dan dikembangkan ke Jalan Sidomulyo Mulyo.

Baca Juga:  Dalam Hitungan Jam, Personil Opsnal Reskrim Polsek Tebing Tinggi Berhasil Menangkap Diduga Pelaku Pencurian 1 Unit Sepeda Motor

Dari situ ada satu tersangka berinsial S (22) yang ditangkap dan disita barang bukti sabu sebanyak 0,13 gram sabu. Dari hasil penangkapan itu dikembangkan lagi ke tempat lainnya.

Hasilnya, pihak Polrestabes Medan berhasil mengamankan pelaku berinisial GS (43) yang membawa 1 kilogram sabu dan uang tunai Rp 100 ribu. Dari penangkapan di Jalan Sei Mencirim itu pelaku lainnya berinisial MJ itu kabur dari TKP. Namun dapat ditangkap beberapa harinya.

“Pelaku MJ berhasil ditangkap yang terlibat menggendong sabu bersama pelaku GS di kawasan Jalan Sei Mencirim,” papar Riko.

Baca Juga:  Patuhi Protokol Kesehatan, Kasubbag Humas Polres Sergai Coffe Morning Bersama Wartawan

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan lagi pada tanggal 30 September ada tiga kali penindakan.

Pada pukul 16.00 WIB, petugas berhasil menangkap pelaku berinisial SNU (30) dari pelaku itu barang bukti sabu yang disita sebanyak 3,91 gram dan pemeriksaan lagi penindakan lagi di Jalan Sei Mencirim barang bukti diamankan 2,02 gram sabu.

Selanjutnya penindakan itu dikembangkan dan petugas berhasil mengamankan pelaku berinisial I (47), dari pelaku itu barang bukti diamankan 9, 12 gram sabu dan pucuk senjata api jenis revolver.

Kemudian pada tanggal 11 Oktober sekitar pukul 02.00 WIB, petugas mengarah ke daerah Kabupaten Batubara untuk menangkap kurir sabu yang sudah diketahui ciri – cirinya. Hasilnya, petugas Polrestabes Medan berhasil mengamankan FS (43) dan EA (34) warga Batu Bara.

Baca Juga:  Cek Pos Pam X Operasi Ketupat Toba 2020, Wakapolda Sumut: Jangan Lengah Tetap Waspada Terhadap Serangan Teror

“Dari kedua pelaku ini petugas berhasil menyita barang bukti 1 karung goni beras beriskan 22 kilogram sabu-sabu dan satu unit Avanza. Jadi total yang disita si putih itu lebih kurang 23 kilogram sabu,” jelas Riko.

Dari hasil pengakuan FS di hadapan Kombes Riko dan wartawan, mengaku baru sekali bermain dengan si putih tersebut. Saya hanya sebagai kurir dan mendapatkan upah dalam 1 kilogram sabu diantar ke Kota Medan senilai Rp5 juta.

“Atas perbuatannya, para pelaku melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman dipidana mati, pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,” pungkas Riko.

(TP/Ad)

Komentar

Berita Terkini