oleh

Petani Gambir Bergembira Atas Jalan Desa yang Sudah Selesai, Kini Distribusi Semakin Mudah

PAKPAK | TRANSPUBLIK.co.id – Jalan yang menghubungkan kedua desa sekaligus menghubungkan ladang para petani ke perdesaan sudah selesai 100% dan kini jalan tersebut dapat di gunakan oleh para warga dan petani, mendengar hal tersebut, Petani Gambir Bergembira dan semakin bersemangat dalam menjalankan profesinya sebagai petani karena pekerjaannya di permudah oleh program TMMD 112.

Sementara itu,Maidi Manik (50) petani Gambir mengunvkapkan cara-cara memasak Gambir dari awal hingga proses penjualan.

Awalnya daunnya kita pilih yang tua-tua lalu direbus dengaj dandang besar diisi air .Satu jam direbus sampai mendidih baru daunnya diangkat dan langsung dipres dengan alat yang sederhana (Manual) agar airnya keluar.

Baca Juga:  Kapolri : Telah Mencabut Telegram, Mendengar dan Menyerap Aspirasi dari Kelompok Masyarakat

Dengan dibukanya jalan sepanjang 8000 meter lebar 8 meter dari Desa Aornakan 2 -Sikupak 1 Kecamatan PGGS Kab Pakpak Bharat Sumut,sejumlah petani Gambir mengucapkan terimakasih kepada TNI,khususnya Dandim 0206/Dairi Letkol Arm Aditya Yuni Nurtono.SH dan Bupati Pakpak Bharat Franc Tumanggor.

“Saya sangat bersyukur sekali karena impian bertahun memiliki jalan baru akhirnya terwujud setelah datangnya bapak-bapak tentara ke kampung kami membangun jalan,’sebut Risdawati Boangmanalu (47) warga Desa Aornakan 2 yang sehari-hari mengais rupiah dari Tanaman Gambir dan Jagung.

Baca Juga:  Ketua LSM Penjara Sumut, "Adi Warman Lubis Dampingi Walikota Medan, Bobby Nst Di Pusat Pasar

Sebelum jalan dibuat,dirinya bersa warga lainnya kesulitan untuk mengangkut hasil Gambir dan membawa pupuk,kini setelah jalan siap dan sudah bisa dilalui kendaraan jadi lebih gampang membawa pupuk.

“Saya berharap agar bapak Bupati Pakpak Bharat dapat meningkatkan jalan yang dibuat bapak-bapak TNI,agar jalan tersebut awet dan semakin kokoh tidak longsor,”harapnya.

“Setelah itu,air kita masukan ke baskom agar menjadi seperti adonan ,sehari diendapkan lalu kita masukan ke karung untuk dijemur agar airnya keluar, selanjutnya diadon buat bulat-bulat,”ungkap Pak Manik.

Untuk harga per-bijj senilai Rp 2000 -3000 tergantung besarnya Gambir yang telah di adon.Dan masalah penjualan pembeli langsung datang kelokasi.

Baca Juga:  12 Polda Terapkan Tilang Elektronik : Kapolri Resmi Launching Etle Nasional Tahap 1

“Masalahnya hanya alat pres saja masih manual belum pakai pres baja,jadi hasilnya minim,kalau pakai pres baja bisa banyak,untuk itu saya berharap agar Pemkab Pakpak Bharat dapat memberikan bantuan alat pres Gambir yang bagus,”sebutnya.

selain itu, jalan desa sudah dapat di gunakan oleh para warga dalam hal berpergian ataupun mengangkut barang terutama petani gambir yang memiliki ladang yang cukup jauh dari desa.

Kodim 0206/Dairi

(TP/AL)

Petani Gambir Bergembira Atas Jalan Desa yang Sudah Selesai

Komentar

Berita Terkini