oleh

Kapolres: Hari Ini Sudah Dilakukan Konfirmasi kepada Penyidik Terkait Dugaan Kriminalisasi di Lapangan

ROKAN HILIR | TRANSPUBLIK.co.id – Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK menanggapi terkait isu penyidik Satreskrim Polres Rokan Hilir yang diduga kriminalisasi terhadap dua orang petani di Desa Air hitam, Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir yang baru-baru ini diberitakan di sosial media (sosmed).

Kapolres menjelaskan, hari ini sudah dilakukan konfirmasi kepara penyidik terkait dugaan kriminalisasi dilapangan dan Pihak Propam Polres sudah diturunkan untuk memeriksa anggota satreskrim yang menangani pemeriksaan dan pengukuran di tempat kejadian perkara.

Baca Juga:  Kapendam: TNI-Polri Bersinergi Dalam PAM Natal 2020 Berjalan Dengan Baik, Pertahankan Kamtibmas yang Kondusif

“Kita masih tunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut, jika terbukti ada ancaman senjata api atau bahasa gertak dilapangan, maka akan kita proses sesuai hukum yang berlaku, begitu juga untuk korban akan diminta keterangan oleh tim internal nantinya,” kata Kapolres, Selasa (24/8/2021).

Baca Juga:  Kabag Ops Polres Simalungun Ikut Penimbunan Jalan Rusak Sepanjang Jalan Siantar-Saribulok

Namun sebaliknya jika pernyataan dari nara sumber dipemberitaan tersebut itu tidak benar dan ada unsur bahasa memfitnah akan kita pertimbangkan apakah untuk anggota melaporkan terkait tuduhan tersebut.

“Jadi pada kesempatan ini saya belum bisa menjelaskan lebih lanjut karena masih dalam proses pemeriksaan penyidik untuk mengetahui sebenarnya faktanya seperti apa,” katanya.

Kapolres berharap agar keluarga tersangka yang kasusnya saat ini ditangani oleh sat reskrim polres rokan hilir dapat mengikuti jalannya proses penyidikan begitu juga proses praperadilan di Pengadilan Negeri Rokan Hilir yang sedang berlangsung.

Baca Juga:  Kepedulian Kababinminvetcaddam I/BB Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto Memberikan Bantuan kepada Veteran

“Jika nanti ada pihak korban merasa tidak puas silahkan ada salurannya, bisa melaporkan ke pengawas internal secara prosedural, bukan membuat opini yang tidak dan cenderung ke arah fitnah dan lain-lain,” pungkasnya. (rilis)

(TP/Budi)

Komentar

Berita Terkini