oleh

Dengan Problem Solving Polsek Rimba Melintang Selesaikan Pengeroyokan Antar Warga

ROKAN HILIR | TRANSPUBLIK.co.id – Dengan Problem Solving, Polsek Rimba Melintang, Polres Rohil selesaikan perkara dugaan pengeroyokan yang terjadi antar warga.

Problem Solving Polsek Rimba Melintang Polres Rohil Ini melalui Bhabinkamtibmas Kepenghulan Lenggadai Hulu, BRIPKA Firdaus Yang di dihadiri oleh orang tua dan Pihak Pertama Arfandi dan Pihak Kedua Rahmad Zaki dan Cs.

Mediasi pengeroyokan yang terjadi Jumat 27 Agustus 2021. Pukul.21.00 WIB.yang terjadi di Jl Lintas Bagan siapi-api Kep Lenggadai hulu Kecamatan Rimba Melintang Kabupaten Rohil ini, di lakukan di Kantor Polsek Rimba Melintang Polres Rohil. Sabtu 28 Agustus 2021 pukul 21.00 WIB.

Baca juga:

Emak-Emak Kelahi di Rantau Bais, Polsek Tanah Putih Selesaikan dengan Problem Solving

Kapolres Rohil AKBP Nurhadi Ismanto,S.H. S.I.K. yang dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Polres Rohil AKP Juliandi, S.H, membenarkan telah dilaksanakan Kegiatan Problem solving dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama sama terhadap orang dan barang antar masyarakat di wilayah hukum Polres Rohil tepatnya di Polsek Rimba Melintang tersebut.

Baca Juga:  Polwan Polres Rokan Hilir Gelar Syukuran dan Pemotongan Nasi Tumpeng di Hari Polwan ke-73

“Mediasi dugaan Perkara Tindak Pidana kekerasan secara bersama sama terhadap orang dan barang antara Pihak Pertama ( I ) Saudara Arfandi dengan Pihak kedua ( II ) Saudara Rahmad Zaki, Dkk,” ungkap AKP Juliandi SH.

Baca Juga:  Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto SH SIK Hadiri Kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus PWI Rokan Hilir Periode 2019-2022

“Berhubung Orang tua dari Pihak kedua ( II ) mendatangi Keluarga Pihak Pertama dan memohon agar permasalahan ini di selesaikan berdamai secara kekeluargaan dan pihak pertama beserta keluarga nya bersedia permasalahan ini di selesaikan dengan cara perdamaian secara kekeluargaan dengan kesepakatan atau perjanjian,” jelasnya.

Adapun bunyi kesepakatan yang telah disepakati, Pihak Kedua meminta maaf kepada pihak pertama dan pihak pertama bersedia memaafkan pihak kedua, Atas Kejadian tersebut Pihak kedua bersedia membayar perobatan kepada pihak pertama. “Setelah di buat kesepakatan atau perjanjian maka masalah di anggap selesai dan tidak akan mengulangi lagi kepada Pihak kedua atau pihak lainnya, Dan apabila ada salah satu pihak melanggar surat perjanjian maka dapat di tuntut oleh undang-undang atau Hukum yang berlaku di Indonesia,” tutup AKP Juliandi, SH.

Baca Juga:  POLDASU | Patroli Malam oleh Polres Pakpak Bharat Menekan Penyebaran Covid-19

(TP/Budi)

Komentar

Berita Terkini