oleh

Bubur Asyura, Istighosah dan Tasyakuran PIN SUMUT

MEDAN | TRANSPUBLIK.co.id – Berbagai macam cara dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam memeriahkan HUT RI ke-76, namun kemeriahan tersebut selama pandemi ini sangat berkurang, aktivitas dibatasi karena kita saat ini masih dalam masa PPKM, semua demi kesehatan.

Menyikapi situasi saat ini Pejuang Islam Nusantara (PIN) Sumatera Utara melaksanakan istighosah dan doa serta tasyakuran di rumah sahabat Sutadi Jl. Sei Batugingging no. 72 PB Selayang I Medan, Kamis (19/8/2021). Acara tersebut dilaksanakan dalam rangka tasyakuran harlah (hari lahir) yang tertunda yang seharusnya dilaksanakan pada 13 Juli yang lalu, karena Juli awal PPKM, kegiatan secara nasional ditiadakan, kita hanya melakukannya di kediaman masing masing.

Kegiatan kedua tasyakuran kemerdekaan HUT RI ke 76. Acara dirangkai dengan Istighosah, pembacaan takhtim, tahlil dan doa yang dipimpin Ust.Alfaqir Agus Rizal, dilanjutkan buka puasa hari Asyura (10 Muharram), sehabis salat magrib dilanjutkan dengan mauuzhatulhadanah yang disampaikan oleh Ust. Zulkarnain pembina PIN Sumut, menyanyikan lagu Indonesia, Subbanul Wathan dan Mars PIN, ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim.

Baca Juga:  Puncak Peringatan ke-75 HUT TNI AU di Lanud Adi Soemarmo

Hal yang unik dalam acara ini adalah suguhan berbuka puasa berupa bubur Asyura yang biasa di hidang saat 10 Muharram. Sutadi menjelaskan bahwa bubur Asyura kali ini kita buat merah putih sekaligus memanjatkan rasa syukur kemerdekaan RI ke-76 dan doa tolak wabah pandemi Covid-19. Semoga Indonesia tangguh, Indonesia Tumbuh meresap menjadi jiwa yang taat, nasional dengan bela negara, hubbul Wathan minal Iman; cinta tanah air sebahagian dari iman.

Bubur Asyura yang merupakan panganan khas Nusantara seharusnya dibuat dari 41 macam yang terdiri dari biji bijian, umbi umbian, kacang dan beraneka sayur dan rempah saat ini kita sederhana dengan merah-putih, ini merupakan wujud kesederhanaan tanpa menghilangkan esensi khas Nusantara. Kita harus hidup secukupnya, sederhana di saat pandemi ini.

Baca Juga:  Kapoldasu Tinjau Gelar Gebyar Vaksinasi Dosis II, Berkolaborasi Mahasiswa dan Polri

Ust. Zulkarnain menambahkan bahwa Nusantara ini akan bangkit setelah 500 tahun kehancuran, cara membangkitkannya mari tumbuhkan bersyukur dengan menumbuhkan cinta kepa Allah SWT, rasul dan alam semesta.

Indonesia merdeka banyak peran pahlawan bangsa dari para ulama, kiyai dan santri,maka mari kita pertahankan budaya Nusantara kita, NKRI dan ideologi Pancasila karena itu warisan para ulama juga.

Ust.Agus Rizal, ketua PIN Sumut dalam istighosah dan doa yang dibawakan meminta kepada Allah SWT agar Indonesia sembuh dari Covid-19, Indonesia tetap berdiri teguh dan tumbuh dengan persatuan yang kokoh, para kader PIN dan warga nahdlyiin diberikan semangat dan motivasi berjuang menjaga NKRI dari ujaran kebencian dan hoak yang meresahkan, agar bangsa terhindar dari paham radikalisme yang membahayakan bangsa Indonesia yang terkenal luhuran budi pekerti dan ramah.

Baca Juga:  Sat Narkoba Polres Simalungun Ringkus Diduga Bandar Sabu Kampung Seberang Kampung Seberang

Saat ini kita harus saling peduli dan bergotong royong menghadapi pandemi Covid-19, mematuhi protokol kesehatan membantu rekan yang sedang ISOMAN seikhlasnya. PIN ada untuk NU dan Indonesia. Kita sedang merintis berbagai macam usaha, UKM namun terkendala karena keadaan. “Kita doakan semoga proyek besar APIN, air mineral yang kita kelola di PP PIN segera selesai dan kita bisa meniru di Sumut karena disumut juga banyak sumber mata air, namun syaratnya mata air itu harus ada di pesantren yang menjadi ciri khas APIN,” ujar Alfaqir.

Acara yang terbatas tersebut dihadiri oleh pengurus Aliansi Masyarakat Islam Rahmatan Lil’alamin (Amir) Medan dan Sumut.

(TP/MS)

Komentar

Berita Terkini