oleh

Mantan Istri Sekda Siantar Riama Nainggolan Dibunuh Rohayani Purba Terdakwa Dituntut 18 Tahun

PEMATANGSIANTAR | TRANSPUBLIK.co.id – Proses hukum atas kasus pembunuhan Riama Nainggolan masih bergulir di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Sidang dengan terdakwa Rohayani Purba digelar Rabu (21/7/2021) dengan agenda tuntutan dari jaksa.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha SH menuntut pidana penjara 18 tahun terhadap terdakwa Rohayani Purba alias Gea (33) warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun itu didakwa jaksa melanggar pasal 339 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang disertai tindak pidana lain. Tuntutan jaksa Firdaus itu dibacakan dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri Siantar.

Pada sidang tersebut, Rohayani Purba memohon kepada hakim dihukum seringan-ringannya. Ia juga memohon ampun kepada Tuhan, dan meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya, Pernyataan terdakwa itu dibenarkan oleh pengacara terdakwa, Erwin Purba SH yang turut mendampinginya dalam persidangan. Sidang yang dipimpin hakim Derman P Nababan SH, serta hakim anggota Rahmat Hasibuan SH dan Irma Nasution SH itu direncanakan akan kembali digelar Rabu (28/7/2021) mendatang dengan agenda putusan Majelis Hakim.

Rohayani Purba Dituntut 18 Tahun, Terdakwa Kasus Pembunuhan Riama Nainggolan Istri Mantan Sekda Siantar,
Proses hukum atas kasus pembunuhan Riama Nainggolan masih bergulir di Pengadilan Negeri Pematangsiantar. Sidang dengan terdakwa Rohayani Purba digelar Rabu (21/7/2021) dengan agenda tuntutan dari jaksa.

Baca Juga:  Sat Res Narkoba Polres Simalungun Ringkus ND Dari Dalam Rumah

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Firdaus Maha SH menuntut pidana penjara 18 tahun terhadap terdakwa Rohayani Purba alias Gea (33) warga Tanjung Maria, Nagori Sigodang Barat, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun itu didakwa jaksa melanggar pasal 339 KUHP tentang menghilangkan nyawa orang disertai tindak pidana lain. Tuntutan jaksa Firdaus itu dibacakan dalam persidangan secara virtual di Pengadilan Negeri Siantar.

Pada sidang tersebut, Rohayani Purba memohon kepada hakim dihukum seringan-ringannya. Ia juga memohon ampun kepada Tuhan, dan meminta maaf kepada keluarga korban atas perbuatannya.

Pernyataan terdakwa itu dibenarkan oleh pengacara terdakwa, Erwin Purba SH yang turut mendampinginya dalam persidangan. Sidang yang dipimpin hakim Derman P Nababan SH, serta hakim anggota Rahmat Hasibuan SH dan Irma Nasution SH itu direncanakan akan kembali digelar Rabu (28/7/2021) mendatang dengan agenda putusan Majelis Hakim.

Sebelumnya, Usai Bunuh Istri Mantan Sekda Siantar, Rohayani br Purba Lampiaskan Birahi Seksnya di Hotel. Meski baru menghabisi ibu kos-nya, Riamsah br Nainggolan (73), Sabtu (27/2) namun Rohayani br Purba alias Gea (33), tetap tenang. Malah, ia mem-booking kamar hotel yang berada tidak jauh dari rumah korban dan berkencan di hotel.

Baca Juga:  Berpacu dengan Kondisi Alam, Satgas TMMD Kodim 0204/DS Kebut Pengerasan Badan Jalan

Dari kediaman korban yang juga tempat kos-nya di Jalan Medan Area Kelurahan Proklamasi Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar, Gea menuju salah satu hotel di Jalan Diponegoro.

Jarak dari rumah korban yang merupakan istri mantan Sekda Kota Pematangsiantar Tagor Batubara, ke hotel tersebut hanya sekitar 300 meter.

Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Edi Sukamto menerangkan, di perjalanan, saat melintasi Sungai Bah Bolon, pelaku sempat membuang pisau yang digunakannya untuk menganiaya korban.

Sabtu malam, awalnya Gea sendirian di kamar hotel. Namun Minggu (28/2) dini hari, ia menghubungi kekasihnya, pria bermarga Saragih, dan memintanya datang ke hotel.

Sekitar pukul 02.00 WIB, kekasihnya datang. Keduanya berada di kamar hotel dan berkencan. Namun katanya saat itu, Gea sama sekali tidak ada menceritakan kejadian pembunuhan yang telah dilakukannya. Setelah berkencan, kekasihnya keluar dari kamar hotel dan tinggallah Gea sendiri.

Baca Juga:  Dalam Menyongsong New Normal dan Sambut Hari Bhayangkara ke-74 Polres Sergai Gelar Kerja Bakti

Setelah hari terang, Gea terbangun dan memutuskan meninggalkan Kota Pematangsiantar. Sebelum berangkat, Gea menjual handphone ke Pasar Horas. Dari Kota Pematangsiantar, Gea menuju Kota Medan, ke tempat pacar adiknya.
pelaku merupakan ibu beranak dua asal Raya yang pisah ranjang dengan suaminya. Sebelumnya sering terlibat cekcok dengan mertua.

Polisi yang melakukan penyelidikan atas kasus itu pun meriksa kamar hotel tempat Gea berkencan. Di sana didapati pakaian pelaku dan kunci rumah milik korban.

Sementara itu, saat Gea masih berada di Kota Pematangsiantar, Sabtu (27/2) Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar menerima pengaduan dari Lamhot Dharma Putra Batubara, putra korban. Selanjutnya, polisi melakukan penyelidikan.

Hingga kemudian polisi memeroleh informasi yang menyebutkan Gea kabur ke Kota Medan. Unit Jahtanras Sat Reskrim Polres Pematangsiantar pun berkoordinasi dengan Subdit III Jatanras Polda Sumut. Polisi menangkap Gea di RM Ajjah, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Selasa (2/3) siang.

(TP/R. Papilaya)

Komentar

Berita Terkini