oleh

Kapolsek Tanah Putih Polres Rokan Hilir Melaksanakan Kegiatan Program Solving dengan Warganya

ROKAN HILIR | TRANSPUBLIK.co.id – Kapolsek Tanah Putih Polres Rokan Hilir melaksanakan kegiatan Program Prioritas Kapolri Program No XII Terapkan Restoratif Justice Sebagai Bentuk Penyelesaian Perkara Untuk Menciptakan Penegakan Hukum yang Berkeadilan yaitu Kegiatan Problem solving, tipiring, (tindak pidana ringan) di masyarakat, mediasi sebagai basis resolusi.

Kegiatan problem solving antara Jhosua Rotua Purba dan Muhammad Rusdi Hottop Rambe, keduanya warga jalan Putri Hijau Dusun Pematang Kapur, Kepenghuluan Sintong, Kecamatan Sintong, Kecamatan Tanah Putih. Kegiatan tersebut Senin (19/7/2021) sekira 16.00 WIB dipimpin oleh Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Sintong Brigadir Vernando Simbolon.

Baca Juga:  DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE - 74, DIT BINMAS MELAKSANAKAN BAKTI SOSIAL PEMBERIAN SEMBAKO

Kapolres Rokan Hilir AKBP Nurhadi Ismanto, SH, SIK yang dikonfirmasi Selasa (20/7/2021) malam, melalui Kasubbag Humas Polres Rokan Hilir AKP Juliandi, SH membenarkan kegiatan tersebut.

Juliandi memaparkarkan pada Minggu (18/7/2021) sekira pukul 18.00 WIB yang mana pada saat Pihak Kedua Bekerja di Kebun Sawit Milik Sdr.Turnip yang terletak di Km.11 Rt.21 Rw.10 Dsn.Pematang Kapur Kep.Sintong Kec. Tanah Putih yang mana Pihak Pertama Menghampiri Pihak Kedua dengan Mengatakan “Kau Curi Ya Tojok ku”, Lalu Pihak Kedua Mengatakan Maksud Abg Tojok Yang Mana Aku Gak Tahu, Tojok Abg.

Baca Juga:  Ketua Umum DPP PBBD Taulim P Matondang Berduka Atas Jatuhnya Sriwijaya Air Sj 182 di Kepulauan Seribu

Lalu terjadilah Pemukulan yang dilakukan Pihak Pertama dengan menggunakan Gancu sehingga Pihak Kedua Menggalami Luka Robek di Pelipis Sebelah Kirinya.

Lanjut AKP Juliandi dari hasil kegiatan tersebut Pihak Pertama Meminta Maaf Kepada Pihak Kedua dan Berjanji Tidak akan Menggulangi Perbuatannya. Pihak Kedua Memaafkan Pihak Pertama.

Baca Juga:  Polsek Pujud Polres Rokan Hilir Mengamankan Terduga Satu Orang Pelaku Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan

Pihak Pertama Memberikan Biaya Perobatan kepada Pihak Kedua Sebesar Rp. 3.000.000 (Tiga Juta Rupiah). “Apabila dikemudian Hari Kedua Belah Pihak ingkar dari Kesepakatan Perdamaian ini Maka Kedua belah Pihak bersedia di Tuntut Secara Hukum yang Berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tutup AKP Juliandi, SH.

(TP/Budi)

Komentar

Berita Terkini